Ketegangan antara AS-China semakin tajam, setelah China pada Kamis (9/10) mengumumkan pembatasan ekspor unsur tanah jarang yang memperluas control atas teknologi pemrosesan dan manufaktur.
Kebijakan tersebut juga melarang kerja sama dengan perusahaan asing tanpa izin pemerintah terlebih dulu.
Sebagai “balasannya”, pada Jumat (10/10), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut China menjadi “sangat bermusuhan” serta menjadikan AS dan seluruh dunia “sandera” lewat kebijakan pengetatan ekspor secara mendadak.
