Menilik Semangat Gerakan Beberesih Bandung

Menilik Semangat Gerakan Beberesih Bandung
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung membersihkan trotoar di kawasan Asia-Afrika, Kota Bandung, Rabu (15/10). Aksi bersih-bersih tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta fasilitas umum dan memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Berbagai komunitas masyarakat turun ke jalan dalam Gerakan Beberesih Bandung yang digelar serentak di Alun-alun Bandung, Alun-alun Ujungberung, dan 30 kecamatan se-Kota Bandung, Rabu (15/11). Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung (HJKB).

Salah satu komunitas yang turut ambil bagian ialah Forum Club Motor Bandung (FCMB) bersama MPH Kota Bandung. Mereka menggelar kegiatan bersih-bersih di sekitar pusat kota sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Dewan Pembina MPH Community Indonesia, Sony Teguh Prasatya mengatakan, kolaborasi antar komunitas dan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bandung, merupakan salah satu upaya bentuk nyata peduli akan masalah lingkungan hari ini.

Baca Juga:Dinkes Bandung Bongkar Fakta, Dapur Makanan Bergizi Ternyata Belum Semua HigienisFlyover Bojongsoang Jadi Solusi Macet Terusan Buah Batu, Masuk Proyek Prioritas Bupati Bandung

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama,” ungkap Sony dalam sela-sela kegiatan bebersih di sekitar Lapas Banceuy, Rabu (15/10).

Selain partisipasi aktif komunitas dan masyarakat, ribuan aparatur sipil negara (ASN) pun ikut turun dalam kegiatan ini. Mereka hendak menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

“(Kegiatan Bebersih Bandung) dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung agar lebih nyaman,” sambung Sony.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Beberesih Bandung 2025 menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kota.

“Kolaborasi adalah kunci. Ketika pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga bergerak bersama, maka tak ada permasalahan yang terlalu besar untuk diselesaikan,” tuturnya di Alun-alun Kota Bandung.

Dia menyebutkan, Bandung tengah bersiap menjadi tuan rumah Festival Asia Afrika 2025, sebuah ajang internasional yang akan kembali menempatkan kota ini di mata dunia.

“Kita ingin memperlihatkan bahwa semangat Spirit of Bandung tahun 1955, semangat solidaritas, perdamaian, dan persaudaraan antarbangsa, tetap hidup dalam tindakan kita hari ini,” pungkasnya.

0 Komentar