Karna menduga pelaku menempelkan QRIS palsu pada malam hari saat warung sedang tidak dijaga.
“Saya curiga kejadiannya malam. Soalnya tiga hari sebelumnya aman, tapi pas malam keempat itu enggak ada yang jaga. Saya cek CCTV, ternyata ada potongan mati sekitar 30 detik. Mungkin waktu itu pelaku beraksi,” ungkapnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Karna meminta agar pihak terkait dan penyedia layanan QRIS bisa meningkatkan keamanan sistem pembayaran digital tersebut.
Baca Juga:Hadapi Perang Dagang AS-China, Ekonom Sebut RI Harus Perkuat Hal IniProduksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman Penyimpanan
“Soalnya buat pedagang kecil kayak kami, penghasilan dari QRIS itu penting banget. Hampir 90 persen pembeli bayar pakai QRIS. Kalau uangnya nyasar ke orang lain, kami enggak bisa belanja buat jualan besok,” kata dia.
Karna menambahkan, dalam sehari dirinya bisa mengumpulkan transaksi QRIS hingga Rp1 juta. Dengan adanya penipuan tersebut, banyak pedagang yang kesulitan melanjutkan usaha karena dana mereka hilang.
“Yang saya dengar, ada yang sampai enggak bisa belanja buat jualan keesokan harinya karena uangnya masuk ke akun orang lain. Namanya yang muncul di QRIS palsu itu ‘Banana Food’,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Triyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya pun baru melihat video viral tersebut dan akan mengkonfirmasi kepada para pedagang.
“Kami baru melihat video tersebut. Saat ini kami mengkonfirmasi kejadian itu ke pemilik warung. Karena sampai saat ini belum ada korban yang melaporkan ke polsek,” ungkapnya.
