JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya kemungkinan akan melakukan kunjungan ke Timur Tengah pada akhir pekan ini, seiring dengan munculnya tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza.
“Perdamaian untuk Timur Tengah, frasa yang indah itu, dan kami berharap itu akan menjadi kenyataan, tetapi itu sudah sangat dekat, dan mereka melakukannya dengan berjalan sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan dalam acara di Gedung Putih, Rabu (8/10).
Ia menambahkan, “Saya mungkin akan pergi ke sana pada akhir pekan, kemungkinan hari Minggu.
Baca Juga:Rusia Ancam Balas Keras Jika Uni Eropa Teruskan Transfer Aset Beku ke Ukraina6 Hp untuk Main Uma Musume Pretty Derby 2025: Mulai dari 1 Jutaan Aja!
“Saya mungkin akan pergi ke sana di akhir pekan, mungkin pada Minggu,” tambahnya.
Trump menyampaikan keyakinannya bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan damai cukup besar, berkat kinerja tim negosiasi yang bekerja keras di lapangan.
“Kami memiliki tim yang hebat di sana, negosiator yang hebat, dan sayangnya, negosiator yang hebat juga ada di pihak lain. Tapi saya pikir itu akan terjadi. Ada peluang besar untuk terjadi,” ungkapnya.
Menurut Trump, pembicaraan yang sedang berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, berjalan dengan lancar. Di kota resor Laut Merah itu, pejabat dari Amerika Serikat, Turki, Qatar, Mesir, dan Israel tengah berupaya menyusun kesepakatan antara Israel dan Hamas berdasarkan rencana gencatan senjata 20 poin yang diajukan oleh Trump sendiri.
“Negosiasi terakhir kami, seperti yang Anda tahu, adalah dengan Hamas. Dan sepertinya semua berjalan baik. Kami akan memberi kabar lebih lanjut—kemungkinan saya berangkat pada Minggu, mungkin Sabtu, atau sedikit setelah Sabtu malam. Itu tampaknya jadwal kami saat ini,” kata Trump menjelaskan.
“Negosiasi berjalan dengan sangat baik,” sambungnya.
Selama konferensi pers tersebut, Trump sempat menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Setelah berbicara, ia menyampaikan kepada media bahwa Rubio memberi kabar bahwa kesepakatan damai di Timur Tengah sudah hampir tercapai, dan kehadiran Trump mungkin akan segera dibutuhkan di wilayah tersebut.
“Negosiasi final kami, seperti yang Anda tahu, adalah dengan Hamas. Dan sepertinya berjalan lancar. Kami akan memberi tahu Anda. Jika memang demikian, kami mungkin akan berangkat pada Minggu. Mungkin Sabtu. Mungkin sedikit lebih lambat dari Sabtu malam. Tampaknya itu sudah menjadi jadwal kami,” ujarnya.
