“Jangan sampai kita timbul stereotipe kalau beberapa orang yang kayak gitu terus ngeframing kalau semuanya ngelakuin hal serupa,” sambung dia.
Adapun, Fadhlan (20) menyatakan, rencana publikasi kinerja ASN oleh KDM tidak menyentuh akar masalah sama sekali. Meski dapat memberikan sanksi sosial dan tekanan, dirinya tetap mempertanyakan efektivitas jangka panjang tersebut.
Ia menutur, lebih perlu memperbaiki sistem pengawasan dan sanksi yang diberikan kepada ASN yang berkinerja buruk.
Baca Juga:Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Belajar dan Pendidikan Formal bagi ASNDi Hadapan Ribuan ASN, Dedi Mulyadi Izin Pangkas Belanja Listrik Kantor hingga Makanan
“Misalnya yang hasil kinerjanya buruk diadakan retreat dan masa uji coba 3 bulan buat ada evaluasi hasil retreat itu dan siap ditempatkan kembali buat ngelayanin masyarakat,” tutur Fadhlan.
Menurutnya, tindakan Gubernur Jabar mempublikasi kinerja ASN tidak terlalu penting. “Maksudnya gubernur punya kuasa perda dan kekuatan hukum serta birokrasi yang lebih impactful,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga bakal bersikap tegas terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencananya, ASN yang berkinerja buruk bakal dipublikasikan.
Hal itu diungkapkan selepas pertemuan dengan ribuan ASN, Kamis (2/10). “Nanti yang kinerjanya buruk akan diumumkan di media sosial, ” katanya.
Itu juga sebagai salah satu upaya untuk memacu kinerja para ASN. “Itu akan berlaku 1 November, ” cetusnya.
Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan kompromi kepada pegawai yang kinerjanya buruk. Bahkan tidak segan ada langkah pemberhentian.
