Ia menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif, tidak bisa parsial, seperti penyediaan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan rumah layak huni.
“Dan juga pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil hingga balita, sampai pembinaan SDM di tingkat keluarga,” katanya.
Lonjakan angka stunting di Cimahi mengungkap realitas kompleks antara kemiskinan, sanitasi, dan pola asuh. Urbanisasi cepat yang tidak diimbangi dengan infrastruktur dasar dan edukasi gizi keluarga.
Baca Juga:Stunting di Jabar: Pedesaan Turun, Perkotaan Melonjak TajamCimahi Perkuat Kampung Keluarga Berkualitas, Stunting Jadi Fokus Utama Pencegahan
“Pembinaan keluarga itu yang paling utama. Berikan contoh yang baik bagi anak-anak kita. Mulai dari diri sendiri, dari keluarga, lalu meluas ke lingkungan dan masyarakat,” tegas Ngatiyana menutup. (Mong)
