Perkuat Layanan, Perumda Tirta Anom Gandeng Investor untuk Revitalisasi Jaringan Air Bersih

Perkuat Layanan, Perumda Tirta Anom Gandeng Investor untuk Revitalisasi Jaringan Air Bersih
Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah saat diwawancara di ruang kerjanya belum lama ini. Pihaknya membuka peluang investor untuk pengembangan layanan jaringan air bersih. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Sementara itu, Direktur Fitrah memberikan koreksi terhadap angka pendapatan yang beredar. Ia menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan saat ini telah mencapai sekitar Rp500 juta per tahun, meski belum menyentuh angka Rp900 juta seperti yang mungkin diharapkan beberapa pihak.

“Untuk koreksi, kita belum sampai Rp900 juta baru mencapai sekitar Rp500 jutaan. Mudahan-mudahan di tahun ini bisa lebih meningkat,” harap Fitrah.

Revitalisasi jaringan pipa distribusi diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat peningkatan pendapatan. Dengan berkurangnya kebocoran, air yang didistribusikan dan ditagihkan kepada pelanggan akan lebih banyak, sehingga langsung meningkatkan pendapatan. Peningkatan pendapatan perusahaan pada akhirnya akan berkontribusi lebih signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjar.

Baca Juga:Sekda Jateng Minta Faktultas Kedokteran Jadi Penggerak Percepatan Pemenuhan DokterGubernur Ahmad Luthfi Ungkap Peran Penting Pers Bagi Pemerintahannya

“Upaya ini juga sejalan dengan hasil evaluasi teknis yang menunjukkan parameter tekanan dan unit headloss di jaringan distribusi belum memenuhi standar, seperti yang terungkap dalam simulasi EPANET 2.0 di beberapa daerah pelayanan di Jawa Barat,” kata Fitrah.

Dukungan dari Komisi II DPRD Kota Banjar semakin memperkuat langkah Perumda Tirta Anom. Wakil Ketua Komisi II, Budi Kusmono, usai rapat kerja dengan Perumda pada Jumat (12/9/2025), menegaskan bahwa pihaknya mendorong perusahaan daerah tersebut untuk menggandeng investor.

Budi mengakui bahwa usulan penyertaan modal dari APBD sebesar Rp 30 miliar per tahun untuk revitalisasi merupakan beban yang cukup berat bagi keuangan daerah. Oleh karena itu, skema kemitraan dengan pihak ketiga dinilai sebagai solusi yang paling realistis dan berkelanjutan.

“Kami Komisi II DPRD lebih mendorong agar PDAM ini bisa bekerjasama dengan investor, supaya rencana revitalisasi bisa berjalan,” tegas Budi Kusmono kepada wartawan.

Ia juga menyoroti tingkat kebocoran air (water loss) yang sudah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 40 persen. Revitalisasi, menurutnya, adalah sebuah keharusan untuk menekan angka kebocoran tersebut, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Upaya revitalisasi jaringan pipa distribusi utama menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi tingkat kebocoran yang sudah mencapai 40 persen,” ujarnya.

Di tengah tantangan infrastruktur yang ada, kinerja keuangan Perumda Tirta Anom dilaporkan menunjukkan tren positif. Budi Kusmono mengapresiasi perbaikan yang telah dilakukan manajemen.

0 Komentar