JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Aten Munajat turut prihatin terhadap kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut. Pihaknya mendorong evaluasi terhadap program itu.
Kabupaten Garut ikut menjadi salah satu lokasi yang terjadi keracunan MBG di Jawa Barat. Bahkan Pemerintah Daerah sampai menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan, program Pemerintah Pusat itu sebenarnya positif. Niatnya adalah untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat. Khususnya untuk pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Baca Juga:Jumlah Korban Keracunan MBG di Garut Terus Bertambah, Bupati Tetapkan Status KLBMBG Kembali Memakan Korban, 569 Pelajar di Garut Keracunan
Program itu bertujuan untuk menekan angka kekurangan gizi hingga stunting. Tapi memang secara objektif dalam pelaksanaannya ada beberapa permasalahan. Salah satunya berbuntut pada peristiwa keracunan pada siswa yang telah mengonsumsi menu MBG.
“Secara objektif memang ada kejadian itu (keracunan.red), ini perlu adanya evaluasi,” katanya, Jumat (3/10/2025).
Politikus dapil Kabupaten Garut itu melanjutkan, adanya keracunan itu berarti perlu ada perhatian serius. “Tata kelola program perlu diperkuat,” imbuhnya.
Menurut Aten, pengawasan dalam pelaksanaan perlu diperketat. Termasuk melibatkan Dinas Kesehatan daerah. Pengawasan tidak hanya soal jumlah dapur atau SPPG. Tapi menyeluruh, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga soal kebersihan dan distribusi.
Aten juga mengingatkan, yang terpenting dalam waktu dekat adalah penanganan para korban. Siswa yang keracunan harus ditangani dengan cepat dan tepat. “Itu yang utama, jangan sampai terlantar. Termasuk masalah pembiayaan. Masyarakat jangan malah terbebani,” sambungnya. (Son)
