Berikut simulasi cicilan KUR Mandiri edisi Oktober 2025 dengan bunga 6% per tahun.
Pinjaman Rp1.000.000
Tenor 12 bulan: Rp88.000
Tenor 24 bulan: Rp47.000
Tenor 36 bulan: Rp33.000
Tenor 48 bulan: Rp26.000
Tenor 60 bulan: Rp22.000
Pinjaman Rp5.000.000
Tenor 12 bulan: Rp442.000
Tenor 24 bulan: Rp234.000
Tenor 36 bulan: Rp164.000
Tenor 48 bulan: Rp129.000
Tenor 60 bulan: Rp108.000
Pinjaman Rp10.000.000
Tenor 12 bulan: Rp883.000
Tenor 24 bulan: Rp467.000
Tenor 36 bulan: Rp328.000
Tenor 48 bulan: Rp258.000
Tenor 60 bulan: Rp217.000
Pinjaman Rp20.000.000
Tenor 12 bulan: Rp1.767.000
Tenor 24 bulan: Rp933.000
Tenor 36 bulan: Rp656.000
Tenor 48 bulan: Rp517.000
Tenor 60 bulan: Rp433.000
Pinjaman Rp30.000.000
Tenor 12 bulan: Rp2.650.000
Tenor 24 bulan: Rp1.400.000
Tenor 36 bulan: Rp984.000
Tenor 48 bulan: Rp775.000
Tenor 60 bulan: Rp650.000
Pinjaman Rp50.000.000
Tenor 12 bulan: Rp4.417.000
Tenor 24 bulan: Rp2.333.000
Tenor 36 bulan: Rp1.639.000
Tenor 48 bulan: Rp1.292.000Tenor 60 bulan: Rp1.083.000
Simulasi: Pinjaman Rp5 Juta Cicilan Segini
Banyak UMKM memilih pinjaman Rp5 juta untuk tambahan modal usaha. Dari tabel di atas terlihat, cicilannya sangat ringan:
Hanya Rp442 ribu per bulan jika tenor 12 bulan.
Kalau tenor diperpanjang jadi 60 bulan, cicilan turun menjadi Rp108 ribu per bulan.Artinya, usaha kecil sekalipun bisa tetap jalan tanpa terbebani angsuran besar.
Baca Juga:7 Rekomendasi HP Gaming Terbaik 2025 untuk Gamer Hardcore dan CasualTabel KUR BRI 2025 Terbaru Plafon 1 Juta sampai 50 Juta untuk Modal Usaha Beserta Syarat Pengajuannya!
Tips Mengelola Pinjaman KUR
Walaupun cicilan ringan, tetap perlu pengelolaan keuangan yang bijak agar pinjaman tidak jadi beban. Berikut tipsnya:
Gunakan dana pinjaman hanya untuk kebutuhan usaha, bukan konsumtif.
Catat arus kas usaha dengan rapi.
Sisihkan hasil penjualan untuk cicilan tiap bulan.
Jangan ambil tenor terlalu panjang jika pendapatan usaha stabil.
KUR Mandiri 2025 hadir dengan bunga rendah, tenor panjang, dan cicilan ringan mulai Rp22 ribu per bulan. Dengan adanya tabel angsuran edisi Oktober ini, pelaku UMKM bisa menyesuaikan kebutuhan modal dengan kemampuan membayar.
Program ini bukan sekadar pinjaman, tetapi dorongan nyata bagi pelaku usaha kecil agar bisa naik kelas dan berkembang lebih besar.
