Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat Posisi Juli 2025 Tumbuh Positif dan Terjaga Stabil

Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat Posisi Juli 2025 Tumbuh Positif dan Terjaga Stabil
Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat Posisi Juli 2025 Tumbuh Positif dan Terjaga Stabil
0 Komentar

Berdasarkan kegiatan usaha, perbankan masih didominasi oleh jenis usaha konvensional dengan market share Aset, DPK, dan Kredit masing-masing sebesar 90,06 persen (Rp925 triliun), 88,83 persen (Rp640 triliun), dan 89,03 persen (Rp915 triliun). Sedangkan untuk jenis usaha Syariah dengan market share Aset, DPK dan Kredit masing-masing sebesar 9,94 persen (Rp102 triliun), 11,17 persen (Rp80 triliun), 10,97 persen (Rp112 triliun). Sedangkan, berdasarkan fungsinya perbankan di Jawa Barat per Juli 2025 didominasi oleh Bank Umum dengan market share Aset, DPK, dan Kredit masing-masing sebesar 96,79 persen (Rp995,01 triliun), 96,83 persen (Rp698 triliun), dan 97,73 persen (Rp1.004 triliun). Adapun sisanya merupakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Perkembangan Penyaluran Kredit UMKM dan KUR

Total penyaluran Kredit UMKM berdasarkan lokasi proyek posisi Juli 2025 secara Nasional mencapai Rp1.500,15 triliun, dengan NPL Gross 6,50 persen. Penyaluran Kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp189,22 triliun dengan share 12,61 persen terhadap nasional dan menjadi Provinsi dengan kategori penerima Kredit UMKM terbesar kedua setelah Jawa Timur (Rp226,45 triliun, NPL Gross 4,48 persen).

Sedangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat pada posisi Juli 2025 sebanyak 44.326 pelaku usaha di Jawa Barat telah memanfaatkan pembiayaan KUR dengan total penyaluran sebesar Rp2,42 triliun dan outstanding saat ini mencapai Rp2,30 triliun.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari ini Semakin Naik Rp2,234 Juta, Cetak Rekor Baru Akhir BulanBuruan Ambil Saldo DANA Gratis Rp75.000 dari Link DANA Kaget Akhir Bulan Ini

Berdasarkan skema pembiayaan, KUR untuk sektor mikro memiliki porsi yang paling besar yaitu mencapai 68,12 persen (Rp1,57 triliun) dari total outstanding KUR Jawa Barat, diikuti KUR Kecil 31,55 persen (Rp0,73 triliun), KUR Super Mikro mencapai 0,25 persen (Rp5,85 miliar) dan KUR TKI mencapai 0,07 persen (Rp1,57 miliar).

Perkembangan Pasar Modal, PVML, & PPDP

Tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) di Jawa Barat yang tumbuh sebesar 11,52 persen YoY, dengan porsi terbesar berasal dari saham (27,91 persen), SBN (19,59 persen), dan reksadana (13,65 persen) dengan total SID sebanyak 3.170.604. Sedangkan nilai transaksi saham di Jawa Barat telah mencapai Rp40,02 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 84,87 persen YoY.

Pada periode bulan Juni 2025, perkembangan Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya (PVML), serta perusahaan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) di Jawa Barat menunjukan pertumbuhan yang bervariatif. Penyaluran pembiayaan pada Perusahaan Pembiayaan menurun 0,50 persen YoY yang semula Rp78,85 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp78,47 triliun pada Juni 2025, dengan rasio NPL sebesar 3,01 persen. Pada periode yang sama, perusahaan Modal Ventura telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,16 triliun meningkat 1,72 persen YoY dari posisi Juni 2024 Rp3,11 triliun, dengan rasio NPL sebesar 5,19 persen. Penyaluran Pembiayaan pada Perusahaan Fintech Lending sebesar Rp20,75 triliun meningkat 19,78 persen YoY dari posisi Juni 2024 sebesar Rp17,33 triliun, dengan Tingkat Wanprestasi (TWP) 90 hari sebesar 3,41 persen. Total aset Dana Pensiun di Jawa Barat pada posisi Juli 2025 meningkat 0,28 persen YoY, dari Rp25,43 triliun pada Juli 2024 menjadi Rp25,50 triliun.

0 Komentar