Alih-alih Sehat Malah Bikin Cemas! Siswa di Cimahi Ngeluh Soal Kualitas MBG, Orang Tua Takut Keracunan

Ilustrasi: Pelajar SMA menyantap Makan Bergizi Gratis. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Pelajar SMA menyantap Makan Bergizi Gratis. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Masak dari jam 2 atau 3 pagi, dikirim ke sekolah jam 8, ada juga yang jam 10 atau 11. Setelah masak lalu dipacking, itu memerlukan waktu lama. Saat itulah mungkin terjadi proses kimiawi yang membuat makanan terasa asem,” jelasnya.

Meski anaknya mengaku sebagian besar menu cukup enak, ia menyoroti beberapa kasus makanan yang tidak matang sempurna, seperti kentang yang masih keras.

Ia juga menegaskan pentingnya sekolah melakukan pengawasan langsung ke dapur penyedia MBG.

Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurLewat “A Legacy of Love”, Sun Life Indonesia Gelar Bright Talk Spesial 

“Pihak sekolah seharusnya secara reguler visit ke dapur. Di sekolah saya mengajar, saya sudah tiga kali visit. Itu wajib dilakukan agar kualitas makanan terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, LP menyoroti pemilihan menu yang berpotensi mempercepat pembusukan, khususnya buah potong dan ikan.

“Buah seperti semangka atau melon sebaiknya dihindari karena cepat basi. Lebih aman lengkeng, anggur, pisang, atau jeruk. Kalau ikan itu cenderung risiko keracunannya cukup tinggi,” bebernya.

Ia juga menilai, standar higienitas tenaga kerja di dapur MBG perlu dipertanyakan. Menurutnya, berbeda dengan standar dapur hotel yang mewajibkan tes kesehatan berkala, belum jelas apakah pegawai penyedia MBG juga menjalani pemeriksaan serupa.

“Kita kan tidak tahu orang-orang yang masak seperti apa. Kalau di perhotelan ada tes kesehatan, di MBG atau SPPG kita tidak tahu apakah pegawai dites atau tidak,” tandasnya.

Keluhan siswa dan orang tua ini memperlihatkan adanya celah dalam pengawasan kualitas makanan bergizi gratis di Cimahi.

Dengan jumlah ribuan porsi yang harus dipenuhi setiap hari, tantangan menjaga kesegaran dan higienitas makanan semakin besar. (Mong)

0 Komentar