Ia juga menyatakan fraksinya akan mengawal penuh RUU APBN 2026 untuk memastikan setiap rupiah digunakan untuk program yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Pernyataan yang berorientasi pada penghematan dan efisiensi anggaran ini kemudian dianggap berbenturan dengan citra yang ditampilkannya melalui tas super mahal tersebut.
Di tengah gencarnya pemerintah menyuarakan efisiensi anggaran dan pemberantasan korupsi, tampilnya pejabat dengan barang-barang mewah dinilai banyak kalangan tidak sensitif dan memperlebar jarak antara wakil rakyat dengan konstituen yang diwakilinya. (CEP)
