Kasus Penganiayaan Sopir di Bandung Barat, Polisi Pastikan Pelaku Sudah Teridentifikasi

Kasus Penganiayaan sopir di KBB, Polisi Pastikan Pelaku Sudah Teridentifikasi
Seorang sopir di Bandung Barat menjadi korban penganiayaan di Jalan Raya Cipatik-Soreang, Kecamatan Cihampelas. Foto ilustrasi. Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang sopir mobil berinisial DR (24) di Jalan Cipatik-Soreang, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku.

“Kita sudah kantongi terduga pelaku, kita sedang kejar,” kata Kapolsek Cililin, AKP Andriani, saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:Rizky Ridho Buka Peluang Hijrah, Persija Tak Mau KehilanganSetan Merah Terpuruk, Amorim Tetap Percaya Jalan Sendiri

Andriani mengungkapkan, terduga pelaku terindikasi berusaha melarikan diri setelah video penganiayaan tersebut viral di media sosial. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelaku yang terlibat.

“Ada upaya ke sana (melarikan diri) karena sudah tidak ada di daerahnya. Kalau jumlah pelaku nanti kita pastikan dari hasil penyidikan,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada para terduga pelaku agar segera menyerahkan diri.

“Kita imbau untuk segera menyerahkan diri,” tandasnya.

Sebelumnya, DR (24) dianiaya oleh sejumlah orang di Jalan Cipatik-Soreang, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (7/9/2025). DR mengalami luka memar hingga hidung berdarah akibat penganiayaan tersebut.

Video detik-detik penganiayaan hingga video kondisi DR dalam kondisi luka berdarah akibat penganiayaan itu kemudian viral di media sosial.

Peristiwa penganiayaan itu bermula saat DR bersama keluarga melintas di Jalan Cipatik-Soreang dengan sebuah mobil.

Di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor datang dari arah belakang melakukan atraksi ‘Standing’ hingga menyerempet spion maupun bagian depan mobil korban.

Baca Juga:Speling Jangkau 436 Desa, Dokter Spesialis Diminta TurunHari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Billy Martasandy Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Harapan, Bukan Penghakim

“Korban itu di dalam mobil bersama keluarga. Kondisi jalanan lagi macet, lalu ada pengendara R2 melakukan standing, hilang kendali, menyenggol kaca spion dan kap mobil, lalu ditegur,” ungkap AKP Andriani.

Pengendara sepeda motor tersebut diduga tak terima dengan teguran korban kemudian melakukan pengrusakan terhadap mobil hingga melakukan penganiayaan.

“Pelaku tidak menerima teguran, melakukan pengrusakan mobil bagian spion sebelah kanan sampai patah dan pintu tengah penyok.” katanya.

“Melakukan pemukulan terhadap korban mengakibat luka robek di mulut, dan hidung mengeluarkan darah,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar