Gelombang Rossby Diprediksi Aktif, BMKG Bandung Peringatkan Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang tergenang air akibat intensitas hujan lebat di Kota Bandung
Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang tergenang air akibat intensitas hujan lebat di Kota Bandung belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras tidak berhenti mengguyur wilayah Kota Bandung, hal ini berkaitan dengan gelombang rossby yang diprediksi sudah aktif.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Barat pada 13-20 September 2025 masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, hingga lokal.

Baca Juga:Speling Jangkau 436 Desa, Dokter Spesialis Diminta TurunHari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Billy Martasandy Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Harapan, Bukan Penghakim

“Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar Indonesia turut mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer,” jelas Teguh pada Sabtu (13/9).

Dirinya menambahkan, Dispole Mode Index (DMI) sebesar -1,27, gelombang atmosfer Rossby Equatorial diprediksi aktif di sebagian wilayah Jawa Barat.

“Labilitas atmosfer berada pada kategori labil ringan hingga kuat, yang mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif berskala lokal.”

Menurutnya, berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer, wilayah Jawa Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BMKG merinci, pada 16 September 2025 wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan Bandung.

Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas sedang meluas ke Banjar, Tasikmalaya, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Garut, Cimahi, dan Pangandaran.

Untuk Bandung Raya, cuaca sepekan diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, kemudian berpotensi hujan ringan hingga lebat pada siang, sore, dan malam hari.

Baca Juga:Tak Cukup Satu, Lamine Yamal Bermimpi Koleksi Banyak Ballon d’OrThom Haye Siap Tempur, Persib Targetkan Kemenangan di Laga Kontra Persebaya

Suhu udara, kata Teguh, diperkirakan berada di kisaran 18–31 derajat Celsius, kelembapan 60–90 persen, dengan arah angin dari tenggara berkecepatan 5–17 kilometer per jam.

Teguh menjelaskan, musim kemarau tahun ini memiliki sifat atas normal, artinya lebih basah atau lebih banyak hujan dibandingkan klimatologisnya.

“Sehingga masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada skala lokal,” jelasnya.

BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi lembaga tersebut. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat menimbulkan genangan, banjir, dan tanah longsor.

0 Komentar