JABAR EKSPRES – Dengan luas wilayah dan potensi bencana yang cukup tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung saat ini menghadapi tantangan serius, yakni kekurangan personel. Saat ini, BPBD hanya diperkuat oleh 14 orang pegawai aktif, masih jauh dari jumlah ideal yang dibutuhkan.
Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memengaruhi efektivitas kinerja lembaganya, terutama dalam menjalankan berbagai tugas penting seperti edukasi kebencanaan, pelatihan evakuasi, dan pemantauan kerentanan bangunan.
“Kalau yang minta edukasi ada lima, ya harus antre. Sehari maksimal hanya bisa dua kegiatan. Belum lagi kalau ada pelatihan atau kegiatan teknis lainnya,” ujar Didi, pada Rabu (3/9).
Baca Juga:Mitigasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas, SMP PGRI 1 Cimahi Terapkan Program Ini!Mitigasi Bencana Jadi Prioritas, Dinsos Cimahi dan Tagana Edukasi Siswa Hadapi Potensi Sesar LembangĀ
Ia mencontohkan kegiatan pengecekan rumah dan kerentanan bangunan yang baru saja dilakukan. Kegiatan tersebut menyita cukup banyak tenaga dari BPBD, sehingga kegiatan edukasi ke masyarakat harus dikurangi sementara waktu.
Keterbatasan personel ini, menurut Didi, bukan karena kurangnya minat dari masyarakat atau tenaga ahli, melainkan karena belum adanya formasi baru untuk ASN maupun P3K. Hal tersebut membuat opsi penambahan personel hanya bisa dilakukan lewat mekanisme pindah instansi.
“Bisa dari instansi Pemkot Bandung yang mengajukan pindah. Kalau di-acc oleh pimpinannya, nanti kita ajukan,” jelasnya.
Meski begitu, ada beberapa orang dari luar instansi yang menyatakan minat untuk bergabung dengan BPBD. Namun, Didi menekankan bahwa prosesnya tidak mudah. Terdapat sejumlah regulasi administratif, termasuk soal usia dan golongan, yang harus dipenuhi oleh calon personel dari luar lingkungan pemerintahan kota.
“Ada 1-2 yang melamar langsung, tapi kan prosesnya ada. Misalnya usia sudah di atas 40, nanti dilihat apakah sesuai ketentuan atau tidak,” tambahnya.
Sementara itu, meskipun telah bekerja dengan sumber daya yang minim, BPBD Kota Bandung tetap berupaya menjalankan tugasnya seoptimal mungkin. Namun, Didi mengakui bahwa dengan beban kerja yang besar dan hanya 14 orang di lapangan, banyak program harus dijalankan secara terbatas dan bertahap.
“Iya, kekurangan. Masih banget. Ini baru 3 bulan saya di sini, definitifnya baru 1 bulan. Kalau dari job applicant-nya, idealnya 70 orang,” ucap Didi.
