“PJJ bisa jadi solusi aman agar proses belajar tetap berjalan tanpa harus terhenti sepenuhnya akibat situasi di luar. Tapi jika tidak disiapkan dengan baik, yang terjadi hanya formalitas, bukan proses belajar yang sesungguhnya. Guru perlu lebih aktif dan kreatif dalam mendesain materi yang bisa dipahami siswa walau dari jarak jauh,” tegasnya.
Di sisi lain, kondisi sosial yang tengah berkembang juga memicu rasa ingin tahu siswa terhadap isu-isu yang sedang ramai dibicarakan.
Vera Kartika Dewi, S.Mat., pengajar di PT Martasandy Bimbel Terpadu, menyatakan bahwa hal ini tidak bisa dihindari, apalagi di era digital seperti sekarang, di mana informasi begitu mudah diakses oleh anak-anak dari berbagai sumber.
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS KetenagakerjaanNarasi Berbeda di UNISBA: Presma Kecam Represif Aparat, Rektor Klaim Gas Air Mata Tak Sasar Kampus
“Anak-anak tentu akan bertanya-tanya kenapa ada demo. Sebagai guru, menurut saya penting untuk menjelaskan bahwa demo itu dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menyampaikan pendapat kepada pemerintah,” kata Vera.
Ia menjelaskan bahwa guru seharusnya tidak hanya fokus pada materi pelajaran akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan konteks sosial secara positif kepada siswa. Demonstrasi bisa menjadi titik masuk bagi guru untuk mengenalkan konsep-konsep kewarganegaraan, demokrasi, hingga pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara damai dan bertanggung jawab.
“Perlu disampaikan nilai positif dari kegiatan demo seperti kebebasan berpendapat, tapi juga menyampaikan bahwa semua harus dilakukan dengan cara damai dan tertib. Dengan begitu, anak tidak hanya paham situasi yang terjadi, tapi juga bisa melihat bahwa setiap peristiwa punya sisi edukatif yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka,” jelasnya.
Vera menambahkan, penting bagi guru untuk membuka ruang diskusi di kelas agar siswa dapat mengekspresikan pandangan mereka terhadap apa yang sedang terjadi. Tentu saja, diskusi tersebut harus dibimbing agar tidak menyimpang dan tetap netral secara politik.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar guru dan orangtua saling bekerja sama dalam mendampingi anak selama proses belajar, terutama ketika sistem PJJ diberlakukan. Pendampingan ini bukan hanya secara teknis, tapi juga emosional, agar anak tetap merasa aman dan didukung.
