Meski musyawarah dijanjikan, warga masih menunggu kepastian langkah konkret pemerintah daerah maupun pengelola peternakan ayam. Apalagi, kerugian materil sudah nyata, sementara dampak kesehatan dari bau menyengat dan serbuan lalat kian meresahkan.
“Kalau dibiarkan berlarut-larut, bukan cuma petani yang rugi. Sungai tercemar, rumah warga tidak nyaman, kesehatan juga bisa kena dampaknya,” kata salah seorang warga Edo Simanjuntak (37). (Wit)
