Ratusan Petani di Lembang Terancam Kehilangan Lahan Garapan Gegara Ancaman Eksekusi

Ratusan Petani di Lembang Terancam Kehilangan Lahan Garapan Gegara Ancaman Eksekusi
llustrasi: DPKP KBB lakukan kajian LP2B di dua kecamatan wilayah selatan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Kalau bapak-bapak percaya, saya menggarap di sini dari tahun 1979. Dulu bertani palawija, nanam tomat, cabai, engkol. Sekarang sebagian lahan dipakai orang juga, tapi ada 1.200 meter yang masih saya garap,” tuturnya.

Engkus tak hanya mengandalkan hasil tani. Di atas sebagian lahan, ia mendirikan sebuah warung kecil yang membantu menopang kebutuhan keluarga. Dari sanalah ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, dari tanah ini anak bisa sekolah. Jadi sumber kehidupan kami,” katanya dengan suara lirih.

Baca Juga:Bandung Barat di Jalur Gempa, Rumah di Atas Sesar Lembang Terancam DipindahSetelah Perubahan APBD 2025, PAD Bandung Barat Tembus Rp1 TriliunĀ 

Bagi Engkus dan ratusan petani lain, tanah bukan sekadar lahan pertanian, melainkan ruang hidup yang menyatu dengan keluarga, pendidikan, dan masa depan.

“Kalau dieksekusi, hilang semua. Bukan hanya tanah, tapi juga masa depan anak cucu kami,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar