Masalah akan semakin terasa jika tiba-tiba CapCut mengalami kendala, sementara Anda sedang mengerjakan proyek penting dengan tenggat waktu singkat. Beralih ke aplikasi lain pun belum tentu menjadi solusi cepat, karena perlu waktu adaptasi. Kondisi inilah yang kini banyak dipersoalkan para pengguna.
Aturan Baru CapCut yang Merugikan Pengguna
Tanpa disadari, aturan baru CapCut bisa menjadi ancaman serius bagi pekerjaan maupun bisnis kreator konten ke depannya. Sebagian pengguna mungkin sudah menyadari adanya perubahan aturan, tetapi banyak juga yang masih menggunakan CapCut tanpa mengetahui konsekuensinya. Padahal, jika dicermati, aturan terbaru yang diperbarui terakhir pada 12 Juni 2025 memuat ketentuan penting terkait lisensi konten.
Secara garis besar, CapCut masih dapat digunakan secara gratis. Namun ada “tapi”-nya: pengguna secara otomatis memberikan lisensi penuh atas konten mereka kepada CapCut beserta mitra kerjanya. Lisensi ini mencakup nama, isi video, bahkan akses wajah pengguna. Artinya, konten yang Anda buat bisa dialihkan dan digunakan kembali oleh pihak CapCut maupun partnernya untuk kepentingan komersial, termasuk iklan bersponsor.
Baca Juga:13 Rahasia Orang Cina Mengelola Uang hingga Jadi KayaReview Kawasaki KLX 110R 2025: Motor Trail Pemula Desain Sporty Cocok untuk Belajar Offroad
Yang lebih mengejutkan, ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi pengguna gratis. Pengguna premium pun tetap tidak memiliki kendali penuh atas konten mereka. Video dapat dipakai kembali tanpa persetujuan tambahan, tanpa pemeriksaan, dan tanpa pemberian royalti ataupun pembagian keuntungan kepada pemilik konten.
Dengan kata lain, karya Anda bisa saja dipublikasikan ulang oleh pihak lain untuk kepentingan pemasaran. Misalnya, ketika Anda membuat vlog liburan di Bali dan mengunggah pengalaman menginap serta kuliner yang dicoba. Konten tersebut berpotensi dijadikan materi iklan oleh pihak CapCut setelah mereka menerima tawaran kerja sama dari mitra tertentu.
Bagaimana dengan mereka yang bekerja sebagai editor dan memasukkan kontennya ke CapCut untuk dikerjakan? Misalnya, Anda sedang membuat iklan kacamata untuk klien. Setelah diserahkan, ternyata video tersebut masih bisa digunakan ulang oleh CapCut atau bahkan perusahaan lain tanpa pemberitahuan sama sekali.
Lebih parahnya lagi, meskipun Anda sudah menghapus akun atau berhenti menggunakan aplikasi, konten tetap tersimpan dalam pusat data mereka. Artinya, sewaktu-waktu konten tersebut bisa dipakai kembali tanpa seizin Anda. Hal ini tentu berbahaya, karena pihak CapCut dapat memperjualbelikan karya Anda secara global tanpa batas waktu.
