Bagi para atlet panjat dari berbagai klub maupun federasi panjat dari berbagai daerah EISCC adalah tolak ukur, ajang beradu performa dan prestasi generasi muda atlet panjat Indonesia. Mamay menambahkan, sejak awal EISCC bertujuan untuk mempopulerkan olahraga panjat tebing, juga sebagai pembinaan atlet muda.
“Kompetisi diadakan EIGER tiap tahunnya di Kota Bandung. Meski begitu para peserta dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok juga daerah lain selalu datang dan mengadu performa mereka di kategori lead maupun speed. Tiap generasinya, EISCC punya andil melahirkan atlet-atlet panjat tebing nasional yang berprestasi sampai ke level internasional,” ungkap Mamay.
Kamis (14/8) EISCC ke-16 tahun 2025 dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Yenny Wahid Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga Rasip Isnin selaku Sekretaris Jenderal International Federation of Sport Climbing (IFSC) – Asia.
Baca Juga:Berapa Lama Bansos KAJ Cair Setelah Dapat Kartu ATM? Simak Jadwal dan Cara Pencairan di SiniAplikasi Ristecar Wajibkan Member Bayar Rp500.000, Apakah Penarikan Bisa Normal Lagi?
Yenny Wahid mengucapkan terima kasihnya untuk EIGER, atas konsistensinya telah menyelenggarakan EISCC hingga ke 16 kalinya. Menurutnya, kompetisi bikinan EIGER adalah wujud nyata kolaborasi antara industri dengan olahraga khususnya panjat tebing.
“Semoga dari EISCC tahun ini, FPTI bisa mengidentifikasi dan menemukan anak-anak muda Indonesia yang berprestasi, bibit baru yang bakal kami rekrut untuk masuk pelatnas panjat tebing, dengan pelatihan intensif bisa berlaga di kompetisi internasional mewakili Merah Putih,” ujar Yenny dalam momentum pembukaan EISCC.
Rasip terbang langsung dari Singapura ke Bandung, untuk menjadi saksi bagaimana prestasi dan pembinaan atlet-atlet muda panjat tebing asal berbagai daerah di Indonesia.
“Sejak puluhan tahun lalu saya kenal, EIGER selalu aktif untuk mempromosikan panjat tebing. Sudah banyak atlet Indonesia yang diberikan peluang dan ambil bagian bahkan memenangkan kompetisi EISCC. Saya berharap EIGER bisa meluaskan lagi kompetisinya hingga level di Asia Tenggara, mengadopsi salah satu kejuaraan bergengsi di Asia Tenggara agar memberikan dorongan lebih besar bagi pertumbuhan panjat tebing di Asia Tenggara,” ujar Rasip dalam Konferensi Pers EISCC, Kamis (14/8)
Selama empat hari berturut-turut sejak Kamis hingga Minggu di hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, total sebamyak 170 peserta atlet panjat asal berbagai daerah memperebutkan hadiah utama EISCC 2025. Hadiah berupa total uang senilai 110 juta rupiah dan voucher belanja produk EIGER senilai 24 juta rupiah.
