Palestina Serukan Perlindungan Jurnalis dari Serangan Israel

Palestina Serukan Perlindungan Jurnalis dari Serangan Israel
Sejumlah jurnalis Palestina tewas akibat serangan udara Israel yang menyasar sebuah jalan di wilayah barat Kota Gaza, tempat terdapat kantor-kantor media di tahun 2023. (SUMBER FOTO: X/OnlinePalEng)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Palestina mendesak para jurnalis dan asosiasi pers internasional untuk bersuara dan mengambil tindakan dalam melindungi wartawan Palestina, sekaligus menentang upaya Israel yang berusaha mendelegitimasi kerja mereka.

Melalui pernyataan pada Selasa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina menyebut Israel sebagai “pembunuh wartawan paling berbahaya”, dengan mencatat bahwa 230 jurnalis di Gaza telah menjadi korban kekejaman mereka.

“Kebijakan kriminal Israel bertujuan membunuh semua saksi mata genosida yang mereka lakukan dan mengubur semua bukti kejahatan mereka,” tulis Kemlu Palestina di platform X.

Baca Juga:5 Fakta Unik Kuda Gold Ship, Kuda Balap Jepang Paling Ikonik dan Nyeleneh!Masih Layak Beli! OPPO Find X8 Pro, Ponsel Flagship Canggih dengan Performa Premium

Rezim Zionis dituduh sengaja membunuh jurnalis sebagai bentuk balas dendam terhadap pihak-pihak yang mengungkapkan kebenaran. Menurut Palestina, tindakan ini memperlihatkan bahwa pembersihan etnis yang terjadi merupakan proses “jangka panjang dan sistematis”.

Palestina juga mengajak seluruh jurnalis dunia untuk menolak menyebarkan propaganda dan narasi bohong Israel, serta menentang upaya dehumanisasi terhadap jurnalis Palestina.

“Tak ada jurnalis yang boleh terlibat dalam penghasutan dan pembunuhan jurnalis lain,” tegas Kemlu Palestina.

Kemlu turut memberikan penghargaan bagi para jurnalis yang tetap menjalankan tugasnya dengan profesional dan berpegang pada kebenaran, meski berada di tengah situasi yang sangat berbahaya.

“Mereka adalah pahlawan yang seharusnya dihormati, bukan dihina,” tambahnya.

Daftar korban dari kalangan jurnalis bertambah setelah empat wartawan Al Jazeera, Anas Al Sharif, Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, dan Mohammed Noufal tewas akibat serangan roket Israel pada Minggu (10/8). Serangan tersebut menghantam tenda mereka di depan RS Al Shifa, Kota Gaza, dan juga menewaskan satu warga sipil Palestina lainnya.*

0 Komentar