JABAR EKSPRES – Polres Bogor meluruskan kabar terkait pemanggilan panitia pelaksana Futsal Premier Student League Region Bogor.
Mereka menegaskan bahwa pemanggilan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemasangan bendera One Piece di GOR Laga Satria, Pakansari.
“Polres Bogor tidak memanggil panitia futsal terkait masalah bendera,” ujar Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Yulista Mega Stefani, pada Selasa (5/8/2025).
Baca Juga:Saddil Ramdani Kembali Berlatih, Persib Siap Jamu Semen Padang di Laga Pembuka Super League 2025/2026Bidik Trofi Perdana, Hugo Ekitike Siap Bantu Liverpool Menang di Community Shield
Yulista menjelaskan bahwa komunikasi antara pihak kepolisian dengan panitia turnamen hanya membahas soal perizinan acara futsal, yang diketahui telah selesai pada 2 Agustus lalu.
“Personel kami hanya berkomunikasi dengan panitia terkait surat izin penyelenggaraan turnamen futsal,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko juga menegaskan bahwa isu mengenai bendera One Piece telah ditangani langsung oleh panitia penyelenggara saat kejadian.
“Terkait bendera One Piece itu waktu ada pertandingan Futsal sudah langsung diturunkan oleh panitia Futsal. Sampai sekarang sudah tidak ada lagi. Hari Sabtu Tanggal 2 Agustus kemarin finalnya,” kata AKP Jony Handoko saat dihubungi, pada Senin (4/8/2025).
AKP Jony juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak menciptakan kegaduhan atas hal-hal yang tidak perlu.
“Kami menghimbau kepada seluruh Masyarakat agar semua ikut menjaga Harkamtibmas dengan baik, dan tidak membuat gaduh dgn hal-hal yang tidak perlu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sempat viral sebuah foto yang menunjukkan bendera One Piece terpasang di besi tribun GOR Laga Satria. Dalam foto tersebut, tribun tampak kosong tanpa penonton.
Baca Juga:Revolusi Besar Manchester United, Amorim Fokus pada Budaya dan Identitas KlubCegah Disinformasi, Pemkot Cimahi Perkuat Peran Strategis KIM
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Sairan, menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa pemasangan bendera kemungkinan besar tidak terjadi saat pertandingan berlangsung.
“Itu sepertinya bukan pas pertandingan kalau liat fotonya. Ga tau itu ngambil fotonya kapan, kan lagi kosong tribunnya, bisa aja itu motoin langsung copot lagi gitu,” jelas Sairan saat dihubungi, pada Senin (4/8/2025).
Ia juga menduga bahwa pemasangan dilakukan saat GOR dalam keadaan sepi, sehingga tidak langsung terpantau oleh petugas.
“Kalau liat foto kiriman mah dipasang. Tapi kalau dipasang pasti ada yang engeh (sadar), karena itu sepi kan kayaknya dipasang, foto, dicopot lagi. Kalaupun ada kita imbau,” kata dia.
