JABAR EKSPRES – Ratusan ibu dan para pejuang garis dua di Bandung menyaksikan film drama keluarga Lyora: Penantian Buah Hati di Pakuwon TSM XXI Bandung, Jum’at (1/8/2025).
Pemutaran film Lyora: Penantian Buah Hati menjadi rangkaian dari roadshow spesial screening menuju rilisnya film di seluruh bioskop pada 7 Agustus 2025 mendatang.
Dalam spesial screening Lyora: Penantian Buah Hati ini turut dihadiri aktris yang juga pernah menjadi pejuang garis dua, Cynthia Lamusu. Para penonton dan pejuang garis dua dari Bandung yang menyaksikan film Lyora: Penantian Buah Hati lebih dulu, banyak yang mengusap air mata yang menetes.
Baca Juga:Persib Perkenalkan Skuad Teranyar untuk Musim 2025/2026: Bersiap Menjawab Tantangan Domestik dan AsiaJersey Baru, Semangat yang Sama: Persib Luncurkan Identitas Baru untuk Musim 2025/2026
Bagi mereka, film ini mampu merepresentasikan tentang perjuangan para pejuang garis dua dengan empatik. Film ini secara dekat mengangkat perspektif perempuan dan pasangan dalam perjuangan memiliki anak.
“Banyak sekali pengalaman perempuan di Indonesia, termasuk di Makassar yang datang dan menyaksikan film ini, mengalami hal sama. Perempuan itu sering banget merasa diomongin kalau tidak punya anak. Dalam keluarga, kalau tidak punya anak, pasti perempuan dulu yang diomongin dan disalahkan. Untuk itu, film ini hadir sebagai teman dan penyemangat dari para pejuang garis dua,” ujar produser film Lyora: Penantian Buah Hati, Virgie Baker usai penayangan film.
Usai pemutaran film, dilaksanakan talkshow tentang edukasi kehamilan bersama dokter ahli dan aktris yang pernah menjadi pejuang garis dua Cynthia Lamusu. Dalam talkshow tersebut dibahas mengenai apa saja yang perlu dilakukan oleh pasangan yang akan merencanakan untuk memiliki anak.
Menurut data WHO, diperkirakan sekitar 15 persen pasangan di seluruh dunia mengalami infertilitas. Diperkirakan, ada sekitar 20 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan infertilitas.
Film Lyora: Penantian Buah Hati mengisahkan Meutya (Marsha Timothy), seorang wanita karir dengan segala kesibukannya, berusaha untuk memiliki keturunan di usianya yang sudah tidak lagi muda. Bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), mereka menjalani berbagai program kehamilan, salah satunya bayi tabung.
Dalam perjalanannya mengikuti program tersebut, Meutya dan Fajrie menghadapi lika-liku hidup penuh kegagalan dan rasa kehilangan yang mendalam, namun tidak pernah pupus dari perjuangan dan pengharapan.
