Manfaatkan Libur dan Sabotase CCTV, Begini Modus Pegawai Bobol Kas Bank BJB Soreang

Manfaatkan Libur dan Sabotase CCTV, Begini Modus Pegawai Bobol Kas Bank BJB Soreang
Ilustrasi Gedung BJB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Modus pencurian uang tunai sebesar Rp2,1 miliar di Bank BJB Cabang Soreang, Kabupaten Bandung, dilakukan dengan cara yang terencana dan memanfaatkan kelengahan saat libur panjang.

Pelaku, berinisial AVM, merupakan staf teknisi IT yang memiliki akses khusus ke ruang-ruang terbatas di kantor tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara menjelaskan, pencurian ini diduga kuat dilakukan saat momen cuti bersama Idulfitri, ketika aktivitas kantor tidak berjalan normal.

Baca Juga:Kebijakan Rombel 50 Siswa, Pemprov Jabar akan Siapkan Solusi untuk Sekolah Swasta Rombel 50 Siswa dalam Satu Kelas, Sekolah Negeri Pilih Abaikan Kebijakan Dedi Mulyadi

“Waktu kejadian dimungkinkan saat cuti bersama hari raya. Pelaku datang ke kantor di luar jadwal kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (21/7/2025).

Menurut Luthfi, modus pelaku dimulai dengan menyusup ke kantor di luar jam dinas. Pelaku membawa koper besar untuk menampung uang dari kaset-kaset dalam ruang penyimpanan kas besar.

Kemudian pelaku diduga menyabotase sistem pengawasan CCTV agar aksinya tidak terekam.

“Jadi kemungkinan memang dia masuk menggunakan tas. Karena CCTV dekoder pun juga dihilangkan juga,” kata Luthfi.

Luthfi menjelaskan, jika peristiwa ini pertama kali diketahui pada 9 Juni 2025, ketika staf operasional bank hendak mengisi mesin ATM.

Saat membuka ruang kas bersama manajer operasional, mereka menemukan sejumlah kaset berisi uang sudah tidak ada di tempat.

Namun laporan kepada kepolisian baru dilakukan pada 1 Juli. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah kejanggalan teknis yang mengarah pada pelaku tunggal dari internal.

Baca Juga:Di Tengah Ketegangan Global, Perusahaan Energi Italia Siap Investasi Rp150 Triliun ke KaltimMomen Haru, Polres Bogor Gelar Acara Pisah Sambut Kapolres 

“Pelaku ini kan ahli IT jadi tahu kapan melancarkan aksinya,” ungkap Luthfi.

Dalam pemeriksaan lanjutan, polisi menyita sejumlah uang tunai di rumah pelaku yang telah digunakan untuk membeli mobil, tanah, dan material bangunan rumah di wilayah Bogor.

Meskipun bukti-bukti kuat telah dikantongi, pelaku masih belum mengakui perbuatannya.

“Kami mengacu pada dua alat bukti. Barang bukti sudah menguatkan,” tegas Luthfi.

Polisi masih mendalami apakah AVM benar-benar bertindak sendiri atau melibatkan pihak lain. Meski demikian, sejauh ini belum ditemukan bukti keterlibatan pegawai lain.

“Sebagaimana dari keterangan pelaku, pelaku ini sendiri masih melakukan sendiri,” terangnya.

0 Komentar