Ketika dicerna, chia seed akan membentuk gel di usus dan membantu melunakkan feses.
9. Biji Flax (Flaxseed)
Flaxseed merupakan sumber serat larut dan asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk usus.
Kamu bisa menambahkannya ke dalam smoothies, yogurt, atau oatmeal untuk manfaat ekstra.
Baca Juga:Pencairan BSU 2025 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Syarat, dan KetentuannyaCara Ajukan KUR BRI dengan Cicilan Super Ringan Mulai Rp100 Ribu per Bulan
10. Oatmeal
Oat kaya akan serat larut beta-glukan yang membantu menyeimbangkan kadar air di dalam usus.
Mengonsumsi oatmeal di pagi hari bisa menjadi awal yang baik untuk pencernaanmu.
11. Roti Gandum Utuh
Berbeda dengan roti putih biasa, roti yang terbuat dari 100% gandum utuh mengandung serat tidak larut yang bisa menambah volume tinja dan mempercepat gerakan usus.
12. Yoghurt
Yoghurt mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang membantu menyeimbangkan mikrobiota usus.
Mengonsumsi yoghurt setiap hari bisa membantu memperlancar proses BAB secara alami.
13. Kefir
Kefir adalah minuman fermentasi susu seperti yoghurt, tetapi lebih cair dan memiliki lebih banyak jenis probiotik. Minuman ini sangat efektif dalam merangsang gerakan usus.
14. Kacang Almond
Kacang almond tidak hanya kaya serat, tapi juga mengandung lemak sehat dan magnesium yang dapat membantu merelaksasi otot usus. Ini mendukung pergerakan tinja menjadi lebih lancar.
Baca Juga:Honda Forza 250 Terbaru Resmi Meluncur, Ini Daftar Perubahannya!Ini Dia Alasan Mengapa Kesehatan Mental Diri Sendiri Sangat Penting untuk Dijaga!
15. Jambu Biji
Jambu biji, terutama yang berbiji, sangat kaya serat dan vitamin C. Seratnya membantu membersihkan saluran pencernaan, sedangkan vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh.
Tips Agar Makanan Pelancar BAB Lebih Efektif
Agar makanan-makanan di atas bisa memberikan hasil maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan:
Perbanyak minum air putihSerat bekerja lebih optimal jika disertai dengan konsumsi cairan yang cukup. Air membantu melembutkan feses dan memperlancar proses pengeluarannya.
Tingkatkan konsumsi serat secara bertahapJika kamu belum terbiasa makan tinggi serat, lakukan peningkatan secara perlahan agar tubuh tidak mengalami efek samping seperti kembung atau gas berlebih.
Rutin bergerak dan olahragaAktivitas fisik seperti berjalan kaki, yoga, atau olahraga ringan bisa meningkatkan kontraksi otot usus dan mempercepat proses pencernaan.
Kendalikan stresStres yang berlebihan bisa memengaruhi sistem pencernaan. Cobalah teknik relaksasi atau aktivitas menyenangkan agar tubuh dan pikiran tetap seimbang.
