JABAR EKSPRES – Kamu merupakan pengguna motor matic, tetapi seringkali terkendala karena bensin boros? Tenang, ada beberapa penyebab motor matic boros bensin yang perlu kamu ketahui beserta dengan penyelesaiannya.
Motor matic sudah jadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena kemudahan dalam pengoperasiannya, terutama di daerah perkotaan dengan lalu lintas padat. Namun, banyak pengguna mengeluhkan bahwa motor matic boros bensin dibanding motor manual.
Sebenarnya, apa yang menyebabkan motor matic boros bensin terjadi? Apakah memang karakteristik mesinnya atau justru ada faktor lain seperti kebiasaan berkendara?
Baca Juga:Alwi Farhan Lolos ke 16 Besar Japan Open 2025 Usai Taklukkan Wakil TaiwanAS Ancam Jatuhkan Tarif 100 Persen kepada Rusia Jika Serangan Ukraina Berlanjut
Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab utama motor matic boros bensin dan solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Penyebab Motor Matic Boros Bensin
1. Tekanan Angin Ban Terlalu Rendah
Salah satu penyebab motor matic boros bensinyang sering diabaikan adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai. Ban yang kempis atau kurang angin akan meningkatkan hambatan saat motor melaju.
Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan roda, dan ini otomatis meningkatkan konsumsi bahan bakar. Pastikan tekanan ban motor selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan periksa secara rutin, setidaknya seminggu sekali.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke ruang bakar. Jika kotor atau tersumbat, aliran udara menjadi terhambat, sehingga pembakaran tidak berlangsung sempurna.
Dampaknya membuat motor matic boros bensin. Membersihkan atau mengganti filter udara sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama jika motor sering digunakan di daerah berdebu.
3. Kondisi Busi Menurun
Busi yang sudah aus atau tidak dalam kondisi prima menyebabkan percikan api yang dihasilkan menjadi lemah, menyebabkan motor matic boros bensin. Akibatnya, pembakaran bahan bakar di dalam mesin tidak optimal dan konsumsi bensin menjadi lebih tinggi.
Idealnya, busi diganti setiap 6.000 kilometer atau dua kali pergantian oli untuk menjaga performa pembakaran tetap maksimal.
Baca Juga:Tim Renang Prancis Latihan di Jakarta, Simbol Penguatan Diplomasi Olahraga Indonesia-PrancisJumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 58 Ribu, Serangan Israel Terus Berlanjut
4. Masalah pada Sistem CVT
Sistem transmisi otomatis atau CVT (Continuously Variable Transmission) adalah komponen penting pada motor matic. Jika CVT aus atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai, tenaga dari mesin tidak dapat disalurkan dengan efisien ke roda.
