JABAR EKSPRES – Program Sekolah Rakyat (SR) dari Kementerian Sosial (Kemensos) mulai berjalan. Rencananya, sekolah yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau miskin ekstrem itu akan mulai dibuka dengan agenda Masa Pengenalan Lingkungan (MPLS) pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang.
”Jadi, anak-anak, guru dan tenaga pendidikannya akan melaksanakan orientasi. Di sini (masa orientasi) untuk pertamakalinya mereka saling mengenal,” ungkap Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, saat meninjau kesiapan fasilitas yang akan digunakan Sekolah Rakyat di Gedung Sentra Abiyoso, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu (12/7).
Pria yang kerap disapa Gus Ipul itu mengatakan, saat ini sudah ada 63 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang sudah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Salah satunya adalah SR di Kota Cimahi.
Baca Juga:Pastikan Melaju ke Perempat Final, Delapan Tim Bakal Suguhkan Permainan Terbaiknya di HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All StarsPersaingan Ketat, Skor Tipis Warnai Penyisihan Grup Hari Ketiga HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025
”Alhamdulillah, di sini gurunya sudah siap, Kepala Sekolahnya sudah siap, siswa-siswanya juga udah siap. Semua orang tua juga sudah mendukung,” terangnya.
”Tadi saya sudah dialog supaya semua mengerti apa yang diinginkan Presiden Prabowo,” lanjutnya.
Dia menyebutkan, pada Juli 2025 ini, Kemensos menargetkan sebanyak 100 Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa sebanyak 9.700 siswa dan 1.500 guru serta 2.000 lebih tenaga kependidikan. ”Semua sudah lengkap,” ucapnya.
Meski lulusan Sekolah Rakyat bisa melanjutkan di sekolah umum, namun Gus Ipul memastika jika SR sendiri menyediakan sekolah jenjang SD, SMP dan SMA. Sehingga, diharapkan setiap siswa menjalankan pendidikan tetap di SR tidak pindah ke sekolah umum.
Sekolah Rakyat disiapkan dengan sistem berjenjang dan berkelanjutan. Nantinya, aka nada gedung sekolah permanen yang dirancang mampu menampung 1.000 siswa dari semua jenjang dalam satu lokasi.
”Jebolan Sekolah Rakyat bisa melanjutkan ke sekolah manapun. Tapi kami kawal sampai lulus SMA,” kata Gus Ipul.
Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat sendiri diperuntukan bagi anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu. Sehingga, proses untuk masuk menjadi siswa Sekolah Rakyat pun tidak melalui ujian, melainkan berdasarkan seleksi dari Data Terpadu Sejahtera Ekstrem Nasional (DTSEN).
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Sambut Baik Penunjukan Pramudya Iriawan Buntoro Sebagi Direktur Utama16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Bakal Perbutkan Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars
”Syaratnya harus masuk desil 1 atau 2 dengan status miskin atau miskin ekstrem,” ucapnya.
Untuk memastikan agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran, Gus Ipul pun memastikan jika dalam proses seleksi ada tim survei yang memastikan kebenaran data.
