7 Alasan Mengapa Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru

Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru
Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ada satu fase dalam hidup banyak orang yang diam-diam bisa menjadi jebakan, yaitu fase ketika kita merasa sudah layak naik kelas. Kita merasa kerja keras selama ini harus membuahkan hasil yang bisa dilihat orang, bisa dibanggakan, terutama di jalanan dan saat berhenti di lampu merah. Salah satu bentuk dari “kenaikan kelas” itu adalah membeli mobil baru tanpa mempertimbangkan kalau ada mobil bekas yang lebih layak dibeli.

Membeli mobil baru memang menjadi impian banyak orang. Terlebih bagi mereka yang telah bekerja keras dan ingin menghadiahi diri sendiri atas semua pencapaiannya. Apakah hal itu salah? Tentu tidak. Membeli mobil baru adalah bentuk apresiasi diri yang sah-sah saja.

Namun sayangnya, realita membeli mobil baru tidak selalu semudah yang dibayangkan. Memang, secara proses, membeli mobil baru sangatlah mudah, datang ke dealer, pilih mobil, bayar, dan tunggu beberapa hari hingga mobil diantar ke rumah.

Baca Juga:Bukan Listrik, Mobil Masa Depan Toyota Berjalan dengan Air Tanpa PolusiJangan Beli Starlink Sebelum Mengetahui 5 Hal Penting Ini

7 Alasan Lebih Baik Beli Mobil Bekas Daripada Mobil Baru

Tulisan ini mungkin tidak berlaku untuk yang berkecukupan secara finansial. Namun bagi kaum mendang-mending, ada beberapa pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli mobil baru.

  1. Depresiasi Harga Mobil Baru

Inilah poin paling penting. Harga mobil baru saat ini cukup tinggi. Dengan anggaran hampir Rp200 juta, Anda hanya bisa mendapatkan mobil LCGC. Jika ingin mobil di luar kategori LCGC, minimal Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp250 juta.

Namun begitu Anda membayar ke dealer, nilai mobil Anda langsung menyusut sekitar 10% hingga 20%.

Contoh,  jika Anda membeli mobil seharga Rp300 juta, maka begitu mobil keluar dari showroom dan sampai di rumah, nilai pasarnya kemungkinan hanya sekitar Rp260–270 juta. Dalam hitungan hari, puluhan juta rupiah langsung hilang.

  1. Bandingkan dengan Mobil Bekas

Kalau Anda membeli mobil bekas dan memakainya selama satu tahun, nilai depresiasinya bisa sangat kecil, bahkan bisa nyaris tidak ada. Dalam banyak kasus, depresiasinya hanya sekitar 5% atau bahkan 0% jika harga belinya sudah pas.

Memang, membeli mobil bekas memiliki tantangan tersendiri: risiko tertipu, kondisi mobil yang tidak sesuai, hingga repotnya proses pengecekan. Tapi bagi kaum mending, pertanyaannya adalah:

0 Komentar