Rekening bank, e-wallet, bahkan platform yang terang-terangan mempromosikan judi online, masih aktif, masih aman.
Jika hanya memblokir domain, hasilnya tidak akan signifikan. Tanpa tindakan serius terhadap sistem pendukungnya, pemberantasan judi online akan terus menjadi perjuangan yang sia-sia.
Pasti akan muncul pertanyaan: “Apa solusinya?” Jangan hanya mengkritik tanpa menawarkan jalan keluar.Mungkin banyak yang menganggapnya sebagai solusi yang klise. Dan, ya, saya setuju, ini memang terdengar klise.
Baca Juga:PoliceTube dan Fenomena Aplikasi Pemerintah yang Buang-Buang AnggaranPanduan Lengkap Beasiswa Unggulan 2025 Kemendikbudristek Program S1, S2, S3
Tapi justru karena solusi yang terdengar klise ini tidak pernah benar-benar dilakukan, maka masalahnya terus berlarut-larut dan tidak pernah selesai.
Solusi Jangka Pendek
Untuk solusi jangka pendek, khususnya terkait penyaluran bansos, langkah pertama adalah membersihkan data penerima bantuan. Lakukan verifikasi ulang secara menyeluruh. Filter ulang siapa yang benar-benar layak menerima bantuan. Perbarui data secara berkala agar tepat sasaran.
Selain itu, blokir akses transaksi ke situs judi online. Khususnya melalui e-wallet dan payment gateway yang sering digunakan untuk top up ke platform judi.
Matikan jalur pengisian dana tersebut. Karena bagi para pelaku, akses top up adalah kunci utama untuk terus berjudi. Jika jalur itu bisa ditutup, maka perputaran uangnya bisa ditekan.
Solusi Jangka Panjang
Untuk jangka panjang, meskipun sulit, terutama bagi kalangan menengah ke bawah atau masyarakat miskin, literasi digital dan keuangan harus terus dipaksakan. Tidak bisa lagi menunggu, harus digencarkan, disosialisasikan, bahkan bila perlu “dicekokkan” secara sistematis agar masyarakat lebih tahan terhadap jebakan digital seperti judi online.
Selain itu, dalam konteks bansos, jangan hanya memberikan uang tunai atau barang bantuan. Ibaratnya, kita hanya memberi ikan tanpa memberi alat pancing.
Cobalah berikan “kailnya”, berikan pelatihan, akses usaha, atau program pemberdayaan agar mereka bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Karena jika hanya memberi bantuan tanpa solusi jangka panjang, kita akan terus berada dalam lingkaran yang sama.
Baca Juga:Review Toyota Avanza 2025 Mobil MPV Keluarga Kini Lebih Modern7 Coffee Shop Terbaik di Jepang yang Wajib Dikunjungi Pecinta Kopi
Selama ini, bantuan sosial (bansos) memang kerap dijadikan alat politik. Tujuannya jelas: agar prosesnya cepat dan praktis, tanpa perlu membangun sistem yang berkelanjutan. Akibatnya, masyarakat pun terbiasa berpikir, “Ah, saya pasti akan dapat bantuan. Beras pasti dapat, kebutuhan pokok pasti turun, uang tunai pun nanti akan diberikan. Jadi, untuk apa repot-repot bekerja keras?”
