Wacana Penghapusan Trayek Angkot di Bandung, Pakar ITB: Solusi Tambal Sulam yang Bisa Timbulkan Masalah Baru

Angkot berhenti di dekat Masjid Pusdai, Jalan Supratman, Kota Bandung, Rabu (9/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Angkot berhenti di dekat Masjid Pusdai, Jalan Supratman, Kota Bandung, Rabu (9/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Kalau pak wali kota mau mengembangkan angkot pintar dan ada dananya sekitar Rp150 M, lebih baik buat saja layanan angkutan umum seperti JakLingko. Jadi mereka (angkutan umum) dibayar berdasarkan jarak dan mereka juga harus memenuhi target ritase seperti dari terminal ke terminal. Nah kalau tidak sanggup, mungkin bisa dilakukan hanya untuk setengah hari atau beberapa trayek saja,” paparnya.

Maka dari itu, Sony berharap dengan adanya wacana tersebut, Pemkot Bandung dapat tetap mengimplementasikannya dengan baik dan tidak menghapus seluruh trayek angkot yang telah ada saat ini.

“Kalau kita lihat sekarang angkutan umum di Kota Bandung itu tidak tersebar secara rata dan hanya mengcover tidak sampai sekitar 30 persen wilayah Kota Bandung. Jadi kalau  ingin mendorong orang agar naik angkutan umum, perkuat dulu angkutan umumnya dengan cara yang paling mudah yaitu perbaiki rutenya. Karena rute yang ada saat ini masih sama seperti tahun 80an,” tukasnya.(San)

0 Komentar