JABAR EKSPRES –Di tengah maraknya platform investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, nama RiceRich mulai mencuat ke permukaan. Aplikasi ini mengklaim sebagai platform agribisnis modern yang bekerja sama dengan petani lokal dan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Tapi benarkah demikian? Atau justru ini adalah investasi bodong yang dibungkus dengan narasi indah?
RiceRich mengemas dirinya seolah-olah sebagai platform yang profesional. Mereka bahkan memiliki toko fisik seperti yang terlihat di unggahan media sosialnya, lengkap dengan etalase produk seperti beras kemasan, gabah, kaos, topi, tumbler, hingga payung.
Dalam salah satu videonya, terlihat pula klaim kerja sama dengan Vietnam dalam penyediaan beras ketan dan melati. Mereka juga memamerkan semacam sertifikat yang diduga dari Kementerian Hukum dan HAM, namun jika ditelusuri lebih lanjut, kemungkinan besar itu hanyalah bukti pendirian PT biasa bukan bentuk legalitas resmi untuk aktivitas investasi publik.
Baca Juga:Game Viral Penghasil Saldo DANA Rp500 Ribuan dalam 30 Menit, Benarkah Terbukti?BPNT Cair Rp400.000 via BNI
Yang paling menggelitik dari RiceRich adalah narasi bahwa mereka membantu petani lokal, tetapi berulang kali menyebut dan mempromosikan produk beras asal Vietnam. Ini menimbulkan pertanyaan besar: Mengapa harus impor kalau memang mendukung petani lokal? Apakah branding luar negeri hanya digunakan untuk menaikkan kredibilitas palsu?
Beberapa content creator bahkan mengaku menerima email kerja sama dari pihak RiceRich. Dalam email tersebut, RiceRich memperkenalkan diri sebagai platform agribisnis online yang menawarkan keuntungan harian hingga lima kali lipat dari nilai investasi.
Mereka juga menjanjikan benefit berupa fee, akses aplikasi premium, hingga bonus jika bisa mengajak pengguna baru. Pola seperti ini sangat mirip dengan skema Ponzi atau money game, di mana keuntungan investor lama dibayar dari dana investor baru.
Di Telegram, RiceRich juga mengunggah momen “grand opening” kantor cabangnya di Tangerang. Namun, belum jelas apakah kantor ini benar-benar milik permanen atau hanya ruko sewaan untuk membangun kesan profesional dan meyakinkan calon investor.
Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus berpikir dua kali sebelum bergabung dengan RiceRich:
- Tidak transparan soal legalitas dan izin resmi dari OJK atau Bappebti.
- Menggunakan nama besar pemerintah dan produk luar negeri untuk menarik simpati.
- Janji profit berlebihan seperti “lima kali lipat” dari modal.
- Fokus pada promosi dan rekrutmen, bukan hasil nyata dari aktivitas agribisnis.
- Tidak menunjukkan pabrik atau proses produksi asli—hanya menampilkan produk akhir dalam kemasan.
