Ia menjelaskan, penguatan keamanan akan dilanjutkan melalui pembinaan intensif di tingkat RT dan RW di seluruh kelurahan di Cimahi Selatan.
Pendekatan ini, menurutnya, bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan yang aman hanya bisa tercipta melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus lebih menguatkan di wilayah. Nanti akan kita awali di tiap pembinaan RT dan RW di tiap kelurahan. Kita akan keliling ke lima kelurahan ini. Lebih mengingatkan kebutuhan aman, kehidupan masyarakat yang nyaman. Itu harus ada supaya yang betul-betul konkret dari kita semua,” jelasnya.
Baca Juga:Pemprov Jateng telah Salurkan Rp479 Juta untuk Penghafal Al QuranDinyatakan Tersesat, Enam Orang Asal Jakarta Berhasil Berkumpul Kembali Usai Tracking di Bogor
Selain isu keamanan, Cepy juga menyinggung pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga aset-aset publik yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Cimahi. Ia mengingatkan, fasilitas umum seperti jalan dan infrastruktur lainnya merupakan hasil pembangunan bersama yang harus dijaga dan dirawat.
“Yang kedua menyampaikan kepada masyarakat, mengajak untuk memelihara aset-aset yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota Cimahi. Jadi bersama-sama lah. Jangan sampai jalan hidup rusak. Jangan sampai ada kejadian-kejadian lagi dan lain-lain. Kita harus kerja bareng di sini,” ujarnya.
Cepy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan konsep pentahelix dalam menjaga keamanan dan pembangunan wilayah. Konsep ini melibatkan lima unsur utama, pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
“Hanya kita dengan konsep pentahelix. Kita bareng kerja bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang baik, dengan memelihara hasil-hasil pembangunan yang ada di wilayah Cimahi Selatan. Itu ajakannya,” tutupnya. (Mong)
