Ini bukan sekadar proyek yang tertunda, ini adalah contoh telanjang pemborosan anggaran publik yang dilakukan secara serampangan.
Dana besar dikeluarkan, bukan untuk membangun, melainkan untuk menciptakan kubangan baru kubangan ketidakbecusan, kerugian negara, dan penderitaan ekonomi warga.
“Karat telah menggerogoti bukan hanya besi-besi proyek yang terbengkalai, tetapi juga kepercayaan publik pada tata kelola pembangunan yang akuntabel dan berpihak pada rakyat. Luka di Situ Panjalu ini adalah luka yang menganga, merugikan perekonomian warga dan anggaran negara,” kata pemerhati pariwisata di Kabupaten Ciamis, Yosep Trisna. (CEP)
