“Mereka bertransformasi ke industri hijau. Bisa karena memang kesadaran, misalnya kalau perusahaan induknya memang sudah mengimplementasikan industri hijau. Contohnya ini Toyota,” tuturnya.
Rizaldi mengungkapkan, industri otomotif tersebut dinilai sudah menerapkan industri hijau hingga ke supplier. Di sisi lain, terdapat juga pelaku industri yang mulai beralih ke industri hijau karena tuntutan pembeli (buyer).
Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian melakukan pendekatan, termasuk dengan menggandeng industri yang sudah bertransformasi ke industri hijau, sebagai bentuk kepedulian ramah lingkungan.
Baca Juga:Bangun Tugu Helikopter, Bupati Bogor Sebut Ini Bagian Sejarah Perjalanan TNI AUKPAD Kabupaten Bandung Kecam Keras Aksi Perundungan di Ciparay, Siap Kawal Proses Hukum
“Karena belum tentu semuanya tersosialisasi dengan baik. Bagaimana proses transisi industri hijau. Oleh sebab itu, kami juga menggandeng kampus, juga menggandeng industri,” ungkapnya.
Rizaldi menyebutkan, pentingnya kepedulian terhadap aktivitas ramah lingkungan, bertujuan supaya dapat mendorong realisasi industri hijau meluas lebih cepat.
“Dan teman-teman juga tahu bagaimana Toyota sebagai contoh pelaku industri yang sudah menjadikan industri hijau sebagai bagian dari proses produksi mereka,” pungkasnya. (Bas)
