Di Jawa Tengah, badar besi disebut sebagai batu pangreksa—batu penjaga diri—yang biasa dikenakan oleh para pemimpin spiritual.
Batu Mata Kucing (Cat’s Eye)
Batu mata kucing berasal dari Sri Lanka dan India. Ciri utamanya adalah warna abu-abu kehijauan atau kuning, dengan garis cahaya di tengah yang menyerupai mata kucing jika terkena cahaya dari sudut tertentu.
Sebagian ulama memandang bahwa batu mata kucing tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat, dan keyakinan akan khasiat mistisnya dianggap sebagai mitos atau bentuk tahayul. Islam menekankan bahwa kekuatan dan keberkahan hanya berasal dari Allah SWT. Tidak ada benda mati, termasuk batu, yang memiliki kekuatan gaib atau dapat memberikan manfaat secara otomatis tanpa izin-Nya.
Baca Juga:10 Batu Safir Termahal di Dunia yang Pernah DilelangFakta Mengejutkan di Balik Janji 19 Juta Lapangan Kerja
Namun, dalam budaya spiritual dan sufistik, batu ini sering dianggap sebagai simbol ketajaman batin. Di pesantren-pesantren tua, terutama di Jawa Timur dan Jawa Barat, batu ini dipercaya dapat memperkuat firasat para kiai sepuh terhadap murid atau tamu. Beberapa ulama tasawuf menggunakannya saat khalwat (menyendiri) untuk melatih ketajaman rasa dalam zikir dan tafakur.
Dalam budaya India dan Tibet, batu ini diyakini dapat memperkuat indra keenam. Pengaruh tersebut turut masuk ke dalam tradisi sufistik Nusantara, di mana batu mata kucing dikenal sebagai simbol pembuka mata hati.
Di lingkungan tarekat, batu akik, termasuk mata kucing, dianggap sebagai alat bantu dalam riadah (latihan spiritual), bukan sebagai sumber kekuatan. Di Banten dan Cirebon, batu akik sering diwariskan dari guru kepada murid sebagai simbol ijazah dalam ilmu hikmah.
Beberapa tarekat sufi dari Timur Tengah, termasuk Mesir, Yaman, dan Iran, juga menggunakan jenis-jenis batu tertentu sebagai pelengkap dalam dzikir dan wirid mereka. Namun demikian, mereka tetap menekankan pentingnya tauhid murni: bahwa hanya Allah SWT-lah satu-satunya pelindung dan pemberi kekuatan sejati.
Meskipun banyak kepercayaan dan tradisi yang berkembang terkait khasiat mistis batu akik, penting bagi kita untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang lurus. Keyakinan yang berlebihan terhadap kekuatan gaib dari batu-batu tersebut dapat mengarah pada kesyirikan.
