Kedua band ini sebelumnya telah melalui proses kurasi dari 10 besar menjadi dua finalis di tiap kota seperti Jatibarang, Subang, Purwakarta, dan Kuningan. Mereka diseleksi lewat audisi daerah yang diadakan oleh DSO.
Melengkapi malam itu, Band lokal yang telah lama melanglang buana di industri musik Indonesia, Another Project, juga turut memanaskan panggung OTW Break Out Day 2025. Berasal dari Cirebon, mereka merasa bangga akhirnya bisa bergabung setelah beberapa kali jadwal bentrok di tahun-tahun sebelumnya.
“Acaranya rame, bukan cuma soal jumlah penonton tapi juga apresiasinya. Walaupun diem-diem goyang, kerasa banget energi penonton,” ujar Guntur Ope Soekarno, vokalis Another Project.
Baca Juga:Manuver Gila Persib, Rizky Ridho Jadi Target Operasi Diam-Diam dari PersijaLagi! Keunikan Persib Kenalkan Pemain Baru, Dewangga dan Julio Cesar Muncul di Koran Lokal Bandung
Mereka membawakan 11 lagu termasuk beberapa materi dari mini album terbaru yang kini sudah tersedia di platform digital.
Selain penampilan musik, OTW Break Out Day 2025 juga diramaikan oleh kompetisi game seru seperti Mobile Legends Competition dan Game Hustle PES Competition, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Lebih dari sekadar hiburan, event ini juga menjadi ajang apresiasi dan pengembangan bagi talenta lokal dari berbagai kota seperti Jatibarang, Subang, Purwakarta, dan Kuningan.
Peserta dari Jatibarang, Fauzan berhasil menjadi juara pertama turnamen PES setelah menyingkirkan 16 peserta lainnya. Diikuti duo asal Cirebon yakni Arief Budi di posisi kedua, dan Satrio Kurniawan di posisi ketiga.
“Saingan terberat saya adalah juara dua. Permainannya rapat, tapi saya bisa unggul di babak final,” ujar Fauzan usai menerima trofi.
Sementara untuk MLBB, tim asal Cirebon Specia Esport keluar sebagai juara setelah mengungguli 16 tim peserta. Rido, pemain expline, memimpin timnya yang terdiri dari Lena (midlane), Aldi (goldlane), Moza (roamer), dan Iksan (jungler) ke podium tertinggi.
“Kami ikut 10 pertandingan total. Lima di antaranya offline dan sisanya online. Semua tim bagus, tapi chemistry tim kami jadi kunci kemenangan,” ujar Rido.
Baca Juga:Lambat Usut Kasus Perselingkuhan ASN, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil KadisdikMenembus Dunia, Kisah Zaskia Zahra dari SMAN 1 Leuwiliang ke University of Toronto Kanada
Posisi kedua diraih tim 707 Team, juga dari Cirebon, sementara Gaga Goat dari Jatibarang berhasil merebut posisi ketiga.
“Kami baru dua kali ikut kejuaraan. Kalah pengalaman, tapi tetap puas dengan hasil ini,” ujar Hamdi, pemain Expline dari 707 Team.
