Pertagas Gelar Dialog Para Pelaku Industri, Menjembatani Kebutuhan Industri dan Kedaulatan Energi Nasional

Pertagas Gelar Dialog Para Pelaku Industri, Menjembatani Kebutuhan Industri dan Kedaulatan Energi Nasional
Pertagas Gelar Dialog Para Pelaku Industri, Menjembatani Kebutuhan Industri dan Kedaulatan Energi Nasional
0 Komentar

“Cadangan Andaman sangat besar, namun komersialisasinya sangat bergantung pada keberadaan infrastruktur pipa milik Pertagas agar dapat tersambung dengan pasar domestik secara efisien,” ungkap Widi.

Kebutuhan gas yang besar juga datang dari sektor hilir strategis. Ivan Ermisyam, Direktur Operasi PT INALUM, menjelaskan bahwa keberlanjutan industri hilirisasi logam sangat bergantung pada pasokan gas yang stabil dan efisien secara harga.

“Biaya energi merupakan komponen dominan dalam operasional kami. Kami sangat berharap alokasi gas pipa tetap diberikan kepada INALUM agar rencana ekspansi pabrik kami di Kalimantan dapat berjalan dengan efisien dan berdaya saing.”

Baca Juga:Anak Perusahaannya Terlibat Dugaan Korupsi, PT MUJ Bentuk Tim Pemulihan AsetMenelisik Krisis Sunyi Kaum Muda

Dari sisi pengembangan kawasan industri, Marfan Trihartiko, Kepala Divisi Operasi, IT dan Services PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), menggarisbawahi bahwa pertumbuhan kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur energi.

“KITB sangat berterima kasih atas kehadiran pipa Cisem yang dibangun oleh Pemerintah RI. Ini sangat mendukung perkembangan KITB sebagai kawasan industri baru. Ke depan, kami menargetkan Batang menjadi Kota Industri yang membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.”

Diskusi pada sesi ini secara tegas menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur gas bumi tidak bisa hanya berfokus pada sisi suplai atau demand secara terpisah. Keseimbangan antara keduanya harus diwujudkan melalui konektivitas yang kuat, perencanaan bersama, dan keberanian berinvestasi secara strategis.

Melalui sesi ini, PIPES 2025 memperlihatkan bahwa sinergi antara bisnis dan kepentingan nasional bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi merupakan satu-satunya jalan menuju kemandirian energi.

Komitmen industri dan pemerintah untuk terus menyelaraskan pasokan dan kebutuhan energi domestik menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri energi. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, sektor gas bumi nasional siap menghadapi tantangan global dan menjawab kebutuhan strategis dalam negeri secara optimal.

Laman:

1 2
0 Komentar