Evakuasi Wisatawan Brazil di Gunung Rinjani Terkendala Cuaca Buruk

Evakuasi Wisatawan Brazil
SUMBER FOTO: Freepik/tawatchai07
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyampaikan bahwa proses penyelamatan wisatawan asal Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun, faktor cuaca yang sering berubah-ubah menjadi tantangan utama dalam upaya evakuasi tersebut.

“Hambatan cuaca yang cepat berubah menjadi kendala evakuasi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi di Mataram, pada Selasa (24/6).

Yusron menegaskan bahwa Pemprov NTB mendukung penuh upaya tim SAR gabungan yang berusaha mengevakuasi wisatawan Brasil itu. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan helikopter untuk memindahkan korban dari lokasi jatuh yang diperkirakan berjarak sekitar 500 meter.

Baca Juga:Tecno Pova 7 Rilis di Indonesia, Intip Spesifikasinya!5 Rekomendasi Kopi Sachet Americano Praktis dan Fleksibel

“Hari ini regu penyelamat akan melanjutkan tugasnya dan mudahan segera dilakukan evakuasi,” kata Yusron.

Mengenai kondisi wisatawan tersebut, pihaknya belum bisa memberikan informasi pasti karena cuaca yang sering berkabut dan cepat berubah masih menjadi penghalang utama proses penyelamatan.

“Soal kondisi korban belum dapat dipastikan karena cuaca kabut tebal dan sebagainya yang mengganggu upaya evakuasi kerap muncul begitu cepat, kita doa kan semoga korban bisa di selamatkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi JDSP (27), wisatawan asal Brasil, di area Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa korban ditemukan pada Senin (23/6) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari lokasi awal jatuhnya.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal,”  jelas Hariyadi.

Dari pengamatan menggunakan drone, korban terpantau dalam keadaan tidak bergerak. Saat ini, tim SAR masih berjuang mengevakuasi korban yang jatuh ke jurang sedalam ratusan meter tersebut.

Baca Juga:Rusia Kecam Serangan AS ke Iran: Peringatkan Bencana Tak TerdugaVeda Ega Pratama Raih Dua Kemenangan Dramatis di Red Bull Rookies Cup Mugello

Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025, ketika korban sedang mendaki menuju puncak Rinjani.

0 Komentar