Fitur ini tentu akan sangat berguna dalam kehidupan modern yang menuntut efisiensi waktu.
GAC GOVY AirCab juga dilengkapi dengan sistem autopilot level 4 (L4), yang memungkinkan mobil ini terbang tanpa pengemudi.
Teknologi ini didukung oleh kekuatan komputasi lebih dari 500 TOPS dan sensor canggih dengan jangkauan hingga 300 meter.
Baca Juga:Curi Perhatian! Cincin Blue Sapphire Mulan Jameela Mirip Milik Maia EstiantyPerhiasan Rp10 Miliar! Intip Fakta Unik Blue Sapphire Maia Estianty
Dengan kemampuan ini, kendaraan dapat terbang secara otomatis, mengenali rintangan, serta merespons situasi darurat secara cerdas.
Selain itu, kabin mobil ini dibekali konektivitas 5G dan berbagai fitur digital pintar yang menunjang kenyamanan dan keamanan pengguna.
GOVY AirCab juga mengusung sistem pemantauan real-time, kontrol penerbangan redundan, dan teknologi inspeksi mandiri berbasis cloud yang menjamin performa maksimal saat digunakan.
Untuk memastikan efisiensi terbang dan ketahanan terhadap berbagai kondisi udara, GOVY AirCab dibangun menggunakan material serat karbon kelas penerbangan.
Sekitar 90 persen dari struktur kendaraan terdiri dari material ini, menjadikannya ringan namun sangat kokoh.
Jarak tempuh mobil terbang ini diperkirakan sekitar 30 kilometer dengan ketinggian operasional di bawah 300 meter. Hal ini menjadikannya ideal untuk perjalanan dalam kota atau antar kawasan urban tanpa harus menghadapi kemacetan lalu lintas.
Misi Global GAC
Presiden GAC International, Wei Haigang, menyebut bahwa GOVY AirCab merupakan simbol dari keberanian dan inovasi perusahaan dalam menjawab tantangan transportasi masa depan.
Baca Juga:Wajib Coba! Air Es ala Alyssa Daguise Bikin Makeup Pengantin Nempel SempurnaRedmi Note 14 Tampil Mewah dengan Warna Sand Gold dan Spesifikasi Gahar
“Kami percaya bahwa inovasi ini akan memperkuat posisi GAC di dunia dan membuka jalan bagi negara-negara seperti Indonesia untuk ikut serta dalam revolusi udara-darat ini,” ujarnya.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk mengadopsi teknologi transportasi seperti mobil terbang, terutama di wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi dan daerah kepulauan yang sulit dijangkau dengan kendaraan konvensional.
Jika regulasi dan infrastruktur mendukung, tak menutup kemungkinan bahwa GOVY AirCab bisa menjadi solusi baru bagi mobilitas masyarakat Indonesia di masa mendatang.
