“Kami butuh duit sekian, untuk usaha pupuk misalnya, diverfikasi sama bank, mengusulkan Rp500 juta, ternyata hanya butuh Rp200 juta. (Bank melihat jumlah petani, luas lahan, serapan, dan lain-lain), jadi diverfikasi, dipastikan benar atau tidak, baru dikasih pinjaman tanpa agunan,” ujarnya.
Mendes Dorong Daerah untuk Petakan Jenis Bisnis yang Dikelola Kopdes
