Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, karena setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.
Misalnya, jika seseorang tidak hanya memiliki kolesterol tinggi, tetapi juga menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki risiko penyakit jantung, maka penggunaan obat dan kontrol rutin ke dokter sangat dianjurkan.
Mengonsumsi Suplemen Herbal
Jika kadar kolesterol dapat turun hanya dengan dua cara tersebut, maka sebenarnya tidak perlu langsung mengonsumsi obat.
Baca Juga:Honda Genio Kalah Saing Terjepit Antara Beat, Scoopy, dan VarioMengenal 5 Bagian Daging Sapi Paling Lezat dan Bergizi
Jawabannya, ada beberapa suplemen atau produk herbal yang bisa membantu, tetapi penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijak dan sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. Terutama jika kadar kolesterol Anda sudah tinggi.
Untuk produk herbal atau suplemen, di negara-negara maju saat ini telah berkembang berbagai jenis produk untuk membantu pengobatan beragam penyakit. Salah satunya bisa kita lihat di Tiongkok dan Korea Selatan. Di negara-negara tersebut, makanan—terutama makanan mentah—sering digunakan sebagai bagian dari pengobatan alami, termasuk untuk membantu menurunkan kolesterol.
Di Indonesia sendiri, sebenarnya cukup banyak bahan makanan yang dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk menurunkan kadar kolesterol. Salah satunya adalah beras.
“Bagian mana dari beras yang digunakan?”
Yang digunakan adalah bagian kulit ari dari beras. Perlu Anda ketahui, beras yang biasa kita konsumsi saat ini umumnya sudah melalui proses pemolesan atau penggilingan yang menghilangkan kulit arinya. Saya pernah membahas topik ini sebelumnya: “Mana yang lebih baik? beras putih atau beras cokelat?” Jawabannya adalah beras cokelat, karena masih mengandung kulit ari.
Kulit ari pada beras ini mengandung:
– Serat tinggi
– Vitamin B
– Mineral penting
Semua kandungan tersebut bermanfaat bagi tubuh, termasuk dalam membantu menurunkan kadar kolesterol.
Namun, beberapa orang mengeluhkan ketidaknyamanan setelah mengonsumsi beras jenis ini. Ada yang mengatakan lambungnya terasa sakit. Hal ini biasanya disebabkan oleh cara mengunyah yang terlalu cepat. Ada juga yang tidak menyukai aromanya atau teksturnya.
