Tidak heran jika Batik Barong selalu hadir dalam daftar kain batik yang paling disukai wisatawan baik untuk fashion maupun dekorasi.
7. Batik Lasem – Warna Merah dan Nuansa Etnik
Salah satu kain batik yang paling disukai wisatawan dengan sentuhan sejarah adalah Batik Lasem dari Rembang, Jawa Tengah. Lasem dikenal sebagai “Tiongkok kecil” di masa lampau, dan pengaruh budaya Tionghoa sangat terasa dalam batiknya.
Motif naga, burung hong, serta warna merah tua menjadi ciri khas Batik Lasem. Wisatawan mengagumi batik ini karena kesan mewah dan elegannya, apalagi bila dibuat dalam bentuk kebaya atau busana formal.
Baca Juga:3 Tablet Samsung Terbaru yang Wajib Kamu Miliki: Super Canggih, Stylish, dan Tahan Banting!10 Daftar Uang Koin Kuno Malaysia Termahal di 2025
Batik Lasem tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga termasuk kain batik yang paling disukai wisatawan dengan nilai koleksi tinggi.
Tabel Ringkas: Kain Batik yang Paling Disukai Wisatawan
| Nama Batik | Asal Daerah | Ciri Khas/Keunikan |
|---|---|---|
| Parang | Yogyakarta, Solo | Motif diagonal, simbol kekuatan |
| Kawung | Yogyakarta | Motif bulat, lambang keadilan |
| Megamendung | Cirebon | Motif awan, makna kedamaian |
| Pekalongan | Pekalongan | Warna cerah, pengaruh multikultur |
| Tulis Yogyakarta | Yogyakarta, Solo | Proses manual, nilai seni tinggi |
| Barong | Bali | Makhluk mitologi, kekentalan budaya Bali |
| Lasem | Lasem, Rembang | Warna merah tua, sentuhan Tionghoa |
Mengapa Kain Batik yang Paling Disukai Wisatawan Selalu Diminati?
Kain batik yang paling disukai wisatawan memiliki kombinasi unik antara seni, sejarah, dan budaya. Wisatawan tidak hanya melihatnya sebagai barang dagangan, tetapi sebagai cerita yang terlukis di atas kain. Setiap motif memiliki filosofi mendalam yang menggambarkan nilai kehidupan, perjuangan, hingga spiritualitas masyarakat Indonesia.
Selain itu, batik juga fleksibel. Bisa dipakai sebagai kemeja, gaun, tas, syal, hingga dekorasi rumah. Inilah yang membuat kain batik yang paling disukai wisatawan tidak pernah kehilangan pesonanya, bahkan saat tren fashion terus berubah.
Banyak wisatawan mancanegara bahkan belajar langsung membuat batik melalui workshop yang diselenggarakan di kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Mereka ingin tahu lebih dalam tentang proses kreatif di balik kain batik yang paling disukai wisatawan, mulai dari menggambar pola hingga mencelupkan malam.
