JABAR EKSPRES – Ratusan pedagang tradisional yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Tradisional Kota Bandung (SPTKB) menggelar aksi damai, pada Senin (2/6). Mereka menolak rencana revitalisasi Pasar Ciroyom dan Pasar Sederhana oleh Perumda Pasar Juara.
Aksi berlangsung dimulai dari Terminal Ciroyom, berlanjut ke Kantor Perumda Pasar Juara, terakhir massa aksi menggeruduk Inspektorat Daerah Kota Bandung di Jalan Aceh.
Penanggung jawab aksi, Iwan Suhermawan, mengatakan terdapat tiga tuntutan dalam aksi tersebut. “Pertama kami meminta dibatalkan rencana revitalisasi Pasar Ciroyom. Kedua, tuntutan membatalkan rencana revitalisasi Pasar Sederhana. Ketiga, optimalisasikan Pasar Cihaurgeulis atau Pasar Suci,” katanya saat diwawancarai Jabar Ekspres.
Baca Juga:Mampu Cegah Banjir di Demak-Grobogan, Taj Yasin Tinjau Proyek Bendungan JragungDPRD Apresiasi Langkah Pemkot Bogor Bentuk Komunitas Lansia di Setiap RW
“Segera tempatkan pedagang yang hampir 7 tahun tinggal di kios sementara ke tempat-tempat yang sudah ditentukan dengan harga yang masuk logika pedagang,” sambungnya.
Dia juga menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah. Pihaknya meminta para pedagang diberi kesempatan. Lalu bagi Perumda Pasar untuk mundur dua langkah saat membuat suatu rencana.
Rencana kebijakan, katanya, harus yang betul-betul kondusif dan bermanfaat buat pedagang. Sekaligus kebijakan yang juga tidak merugikan pemerintah.
“Kami meminta Perumda membuat hal yang jelas, pengelolaan ke depan bakal seperti apa. Pengelolaan listrik, keamanan, ketertiban dan pengelolaannya harus jelas. Juga dibuka lagi komunikasi dengan Perumda. Kalau hal-hal itu belum dilakukan, jangan sekali-kali datang ke kami membicarakan revitalisasi,” ujarnya.
Iwan memberi peringatan apabila tuntutan tidak direspons. Apabila aksi damai mereka tidak didengar pemerintah, khususnya Perumda Pasar. Perkiraan minggu depan, solidaritas pedagang akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi.
Dirinya menegaskan, pada aksi damai hari ini saja, jumlah massa aksi mencapai 700-an orang. Adapun alasan massa mendatangi Inspektorat, yakni untuk meminta kebijakan revitalisasi dikaji lebih dalam.
“Maka kami tadi langsung ke Inspektorat untuk melakukan fungsinya sebagai pengawas internal dan harus mengaudit secara global. (Audit) keuangan. Mulai dari pemasukan dan pengeluaran. Karena aneh Perumda rugi wae (rugi terus). Sampai karyawan tidak terbayar gaji,” jelasnya.
Baca Juga:1 Juta Lebih Petir Sambar Jawa Barat, Sumedang Paling Sering!Upaya Bentuk Karakter Anak Bangsa, Dadang Dukung Kebijakan Jam Malam Pelajar
“Ini murni keresahan pedagang. Tidak ada politik. Mereka dari Pasar Ciroyom, Andir, Sederhana, Cicadas, dan Cicaheum bahkan Gedebage. Mereka datang semua tadi ada solidaritas,” pungkasnya.
