Kecil Tapi Memikat: Intip Keunikan Bonsai Asem Jawa

bonsai asem jawa
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

Penyiraman dilakukan hanya saat media tanam mulai mengering. Pada masa pembungaan, penyiraman sebaiknya dikurangi untuk merangsang munculnya bunga.

Selain itu, pemupukan sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan tanaman. Pupuk organik padat bisa diberikan sebulan sekali, sedangkan pupuk cair bisa digunakan seminggu sekali sesuai kebutuhan.

Untuk mempertahankan bentuk dan estetika bonsai, pemangkasan ranting dan cabang dilakukan secara rutin sepanjang tahun. Pengawatan atau pembengkokan cabang juga bisa dilakukan, namun perlu dilakukan dengan hati-hati karena cabang Asem Jawa mudah kembali lurus jika tidak ditangani dengan benar dan konsisten.

Baca Juga:Realme 14 5G, Smartphone Tangguh dengan Layar AMOLEDLangsung Dapet Saldo Dana dari TikTok Cuma Undang Teman!

Penggantian media tanam diperlukan setiap 2–3 tahun untuk tanaman muda, sementara untuk bonsai yang sudah dewasa cukup diganti setiap 4–5 tahun. Media tanam yang baik adalah campuran tanah gembur, pasir kasar, dan bahan organik yang mampu menyimpan air namun tetap memiliki drainase yang baik.

Tanaman ini juga cukup tahan terhadap hama dan penyakit, namun dalam kondisi lembap atau kurang sinar matahari, bisa terserang kutu laba-laba atau ulat. Pencegahan dan perawatan dini bisa dilakukan dengan insektisida organik atau cukup dengan meningkatkan pencahayaan.

Perbanyakan dan Gaya Bonsai

Bonsai Asem Jawa bisa diperbanyak dengan dua cara, yaitu melalui biji atau cangkok batang. Perbanyakan dengan biji cocok bagi penghobi yang ingin memulai dari awal dan membentuk karakter bonsai sesuai keinginan.

Namun, bagi yang ingin hasil lebih cepat, cangkok dari batang besar bisa menjadi pilihan karena menghasilkan tanaman yang sudah tua secara visual.

Gaya bonsai Asem Jawa cukup fleksibel. Beberapa gaya populer termasuk gaya formal tegak (chokkan), informal tegak (moyogi), dan gaya meliuk ekstrem yang menampilkan liukan alami batang pohon tua.

Dalam beberapa kasus, pohon Asem Jawa juga dibentuk dengan gaya akar menggantung atau akar menjalar di atas batu, untuk menciptakan kesan dramatis.

Harga dan Ketersediaan di Pasaran

Bonsai Asem Jawa tersedia luas di berbagai pasar tanaman hias maupun di platform marketplace online di Indonesia. Harganya sangat bervariasi, tergantung dari ukuran, usia, dan bentuk bonsai tersebut. Sebagai contoh, bonsai Asem Jawa dengan liukan alami yang unik dijual dengan harga sekitar Rp56.500. Sementara itu, bonsai berukuran besar, tua, dan memiliki nilai seni tinggi bisa dijual hingga jutaan rupiah per pohon.

0 Komentar