JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung penuh percepatan pembentukan Komunitas Lansia di setiap RW di Kota Bogor.
Hal itu disampaikannya saat mengahdiri Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Bogor yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (26/5). Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada para lansia.
“Ada 804 RW di Kota Bogor dan harapan lansia di HLUN ini mereka memiliki kelompok-kelompok yang tujuanya untuk menjadi sarana silaturahmi bertukar ide, curhat, berkarya, berdaya, dan berikan manfaat untuk warga lain,” katanya dikutip Rabu (28/5).
Baca Juga:Kabupaten Bogor Siap Terapkan Jam Malam Pelajar, Rudy Susmanto: Kami Ingin Masyarakat Tetap Merasa AmanMK Ketok Palu Sekolah Gratis, Guru Besar UPI: Prioritaskan Sekolah Negeri Dulu
Salah satu tugas yang nantinya akan diemban, Dedie Rachim menitipkan agar lansia memonitor lingkungan dalam rangka pencegahan adanya pelecehan dan kekerasan seksual.
Karena seperti diketahui kasus-kasus tersebut terjadi di lingkungan terkecil.
“Yang saya titipkan kepada para lansia ini adalah memonitor lingkungan untuk mengantisipasi kejahatan seksual, pelecehan seksual, narkoba, dan kenakalan remaja,” tuturnya.
Menurutnya, para lansia bisa memiliki peran untuk meningkatkan lingkunganya, tetangganya, anak-anaknya, dan remaja yang ada di sekitarnya.
“Paling tidak ada yang memberikan nasihat, ada yang mengingatkan. Sehingga kehadiran komunitas ini dibentuk untuk memperkuat komitmen untuk tetap berkontribusi,” tegas Dedie.
Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Bogor, Aisyah Wan Grainie, mengatakan bahwa tema HLUN tahun ini yaitu Lansia Sejahtera Indonesia Bahagia.
“Tapi untuk Kota Bogor kita tambahkan melalui pengembangan komunitas lansia sebagai wadah terdepan dalam peningkatan pemberdayaan dan solidaritas lansia,” ungkapnya.
Pihaknya berharap dukungan dari Dedie Rachim tersebut bisa memicu percepatan pembentukan komunitas lansia di setiap RW.
Baca Juga:NGERI! Lebih dari 100 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kabupaten Bogor, Bullying Jadi Pemicu UtamaDedie Rachim Pastikan Kesehatan Ternak di Bursa Hewan Qurban Terjamin
“Target kita 15 persen dari jumlah RW. Dalam waktu dua minggu ini kita harapkan bisa terbentuk dua, kemudian ke depan setiap bulan juga bisa terbentuk dua komunitas di dua RW,” terang dia.
Nantinya setiap komunitas lansia di tingkat RW ini akan dimotori oleh lima hingga enam lansia.
“Sehingga para lansia ini bisa berdaya, karena keberadaan komunitas akan membangun kesadaran kolektif,” pungkas Aisyah. (YUD)
