JABAR EKSPRES – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan erupsi dengan peningkatan signifikan. Hingga Minggu sore, 25 Mei 2025, tercatat setidaknya 11 kali erupsi terjadi.
Salah satu letusan terbesar berlangsung pada pukul 06.46 WIB, dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak gunung. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke tenggara dan selatan.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut memiliki durasi 137 detik dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm berdasarkan rekaman seismograf.
Baca Juga:Presiden Iran Akan Kunjungi Oman untuk Perkuat Hubungan dan Bahas Isu Regional9 Rekomendasi Tanaman Hias Indoor Populer
Aktivitas kegempaan juga meningkat, dengan rincian 42 kali gempa vulkanik, 7 kali gempa embusan, 4 kali gempa harmonik, serta masing-masing satu kali gempa tektonik lokal dan lima kali gempa tektonik jauh.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan lahar dingin yang bisa menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak. Aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak juga dilarang untuk menghindari bahaya lontaran material pijar.
PVMBG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, serta banjir lahar dingin, terutama di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Hingga saat ini, kondisi erupsi masih fluktuatif dan bisa meningkat sewaktu-waktu.
Aktivitas Semeru pada 25 Mei 2025 masih tergolong tinggi dengan 11 kali erupsi, namun status tetap Level II (Waspada). Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tetapi waspada dan mematuhi semua rekomendasi dari otoritas terkait.*
