5. Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., guru besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Museologi, membahas Reimagining Museums: Spektrum Sumber Belajar Sejarah dalam Ruang Pendidikan yang Berkelanjutan.
6. Prof. Dr. Nanang Ganda Prawira, M.Sn., guru besar Fakultas Pendidkan Seni dan Desain (FPSD) bidang ilmu/kepakaran Kajian Budaya Visual dan Estetika Desain, membahas Budaya Visual Era Media Sosial, Rivalitas Viralitas, dan Disrupsi Artificial Intelligence (AI): Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Desain Komunikasi Visual.
7. Prof. Dr. Zakarias Sukarya Soeteja, S.Pd., M.Sn., guru besar Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) bidang ilmu/kepakaran Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Seni Rupa, membahas Memanusiakan Manusia melalui Seni, Implementasi Paradigma Pasca-Postmodern dalam Kurikulum Pendidikan Seni Rupa di Indonesia menjawab Tantangan Abad Ke-21.
Baca Juga:BNI Jalin Kerja Sama dengan Ismaya Group Sajikan Kuliner Jepang Langsung dengan Chef MotokichiAmbil Saldo Gratis Rp120.000 Cukup Klik Link Terbaru DANA Kaget Hari ini
8. Prof. Dr. Neiny Ratmaningsih, M.Pd., guru besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pegetahuan Sosial (FPIPS) UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Strategi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, membahas Pembelajaran IPS berbasis Modal Sosial: Strategi Membangun Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa.
Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed., menyampaikan, para Guru Besar yang telah memaparkan pemikirannya pada pengukuhan hari ini, telah mampu menunjukkan potensi perseptual yang dimiliki kepada seluruh manusia untuk bisa mengenali dunia ini dengan menunjukkan perspektif tertentu secara keilmuan sehingga mencapai suatu keyakinan tentang kebenaran.
“Para Guru Besar telah mampu menunjukkan kemampuan dalam potensi memorial untuk menemukan pengetahuan yang sangat spesifik dalam bidang keilmuan,” ungkapnya.
Menurutnya, Para Guru Besar telah mampu menunjukkan kemampuan instropektifnya melalui pengetahuan yang dihasilkan dalam konteks keilmuan yang umum sehingga menjadi jelas kebaruan ilmiah, keunikan, dan kontribusi dalam bidang keilmuan yang digeluti.
“Para Guru Besar telah percaya diri dan berani untuk menunjukkan tulisan ilmiah dalam jurnal-jurnal nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Sementara itu, Prof. Didi berharap kepada para Guru Besar yang dikukuhkan untuk menjadi lokomotif inovasi yang berpihak pada kemanusiaan, menjadi pemimpin pemikiran di panggung nasional dan global, serta menjadi penjamin mutu dan intelektual dalam mendidik generasi penerus bangsa.
