Contoh lainnya, dengan modal Rp260.000 disebutkan akan menjadi Rp1.800.000 dalam waktu 180 hari. Semakin besar modal yang ditanamkan, semakin besar pula keuntungan yang dijanjikan. Namun, semua ini jelas merupakan tanda-tanda penipuan investasi bodong.
Biasanya, di awal pengguna memang akan menerima pembayaran agar merasa yakin dan mau menanamkan dana yang lebih besar. Keuntungan sesungguhnya hanya dirasakan oleh mereka yang bergabung lebih dulu. Ketika perputaran dana mulai macet, maka para anggota baru yang justru akan menjadi korban.
Kapan kerugian akan terjadi? Itu akan terlihat ketika aplikasi ini sudah scam (menutup diri dan kabur). Saat ini mungkin belum ada korban karena aplikasi masih aktif, tetapi pola seperti ini sudah sangat umum dan berulang. Oleh karena itu, waspadalah dan jangan tergiur dengan janji keuntungan yang tidak masuk akal.
Baca Juga:7 Rekomendasi HP Kamera 200 MP Terbaik untuk Content Creator dan Live StreamingUji Ekstrem Yamaha Gear Ultima Viral, Tapi Kenapa Belum Laku?
Perlu dipahami bahwa setiap bentuk investasi pasti memiliki risiko. Jika Anda tidak ingin menghadapi risiko yang tinggi, maka pilihan seperti Reksa Dana Pasar Uang bisa menjadi opsi yang relatif lebih aman. Namun, keuntungannya pun sebanding dengan risikonya, yakni hanya sekitar 5,49% per tahun untuk yang tertinggi—bahkan ada yang hanya memberikan 3% per tahun.
Bandingkan dengan aplikasi investasi bodong yang mengklaim dapat memberikan keuntungan 2,4% hingga 4% per hari. Klaim seperti ini sangat tidak masuk akal, terlebih jika keuntungannya dikatakan pasti. Skema dan perhitungan semacam itu jelas tidak logis dan menandakan bahwa aplikasi tersebut merupakan bentuk penipuan investasi bodong.
Aplikasi seperti ini masih beroperasi karena target jumlah dana yang ingin dibawa kabur oleh pelaku belum tercapai. Biasanya, skema ponzi seperti ini memang memiliki target tertentu, dan setelah dana terkumpul cukup besar, pelaku akan menghilang.
Ketika hal itu terjadi, seluruh dana yang ada di aplikasi akan hangus dan tidak dapat ditarik kembali. Meskipun di dalam aplikasi tertulis Anda memiliki saldo Rp1 miliar atau bahkan Rp1 triliun, semua itu hanyalah angka. Uang asli Anda sebenarnya sudah dibawa kabur oleh pihak di balik aplikasi.
