Adanya perubahan jadwal rapat penting tersebut, tentu sebuah kemustahilan untuk DPRD Jabar bisa mengikuti, dengan waktu yang bersamaan karena sudah ada sejumlah agenda lain yang direncanakan jauh-jauh hari, bahkan Musrenbang lebih dulu.
Lantas Maulana menilai, bagaimana legislatif bisa menghargai sebagaimana yang Kang Dedi Mulyadi/KDM (panggilan akrab Gubernur Jabar) maksud, kemudian hadir bertukar pendapat untuk memperjuangan aspirasi, jika secara kronologi waktu saja tidak memungkinkan.
“Sebercanda itu ‘kah pemerintahan Kang Haji Dedi Mulyadi dalam mengkomunikasikan dengan pihak legislatif?,” imbuhnya.
Baca Juga:Evaluasi Pelaksanaan Pemkot Bogor, DPRD Kota Bogor Keluarkan Rekomendasi LKPJ 2024BUMD Jaswita Jabar Buka Seleksi Direksi Terbuka
“Sudah jelas ini adalah bentuk kucing-kucingan administratif, penghinaan terhadap legislatif sekaligus sebagai sebuah strategi kotor dengan maksud terselubung,” pungkas Maulana. (Bas)
