Batu akik asli biasanya memiliki serat atau motif alami yang tidak beraturan dan tampak seperti serat kayu, kabut, atau guratan. Sedangkan batu sintetis atau palsu biasanya tampak terlalu jernih atau justru memiliki motif yang terlalu sempurna dan simetris karena dibuat oleh mesin.
- Kaca Pembesar atau Mikroskop: Lihat Detailnya
Untuk hasil pengamatan yang lebih detail, Anda bisa menggunakan kaca pembesar atau mikroskop mini. Dengan alat ini, Anda bisa melihat serat-serat halus di dalam batu.
Ciri batu akik asli:
- Memiliki serat tak beraturan
- Kadang terdapat inklusi (kotoran mineral alami)
- Pola alami yang khas dan unik
Namun, teknik ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman di bidang gemologi (ilmu tentang batu mulia), agar hasil pengamatan lebih akurat.
Baca Juga:Link Video Viral Kades X Murid Sekdes di LamonganCara Mudah Mendapatkan Saldo Dana Rp300.000 dari Nonton Video
Mengetahui keaslian batu akik bukan hanya soal estetika, tapi juga menyangkut nilai ekonomi dan investasi. Batu akik asli bisa bernilai jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung jenis dan kelangkaannya. Jika Anda salah beli batu sintetis, Anda bukan hanya rugi secara materi, tapi juga kehilangan potensi nilai di masa depan.
Tips Tambahan
- Jangan tergiur dengan harga murah. Batu akik asli, apalagi yang langka, umumnya memiliki harga yang sebanding dengan kualitasnya.
- Belilah dari penjual terpercaya atau toko yang menyediakan sertifikat keaslian.
- Pelajari jenis-jenis batu akik agar lebih familiar dengan bentuk dan warnanya.
Mengoleksi batu akik bisa menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus menguntungkan. Namun, jangan sampai tertipu batu palsu karena kurangnya pengetahuan. Gunakan empat cara di atas sebagai panduan awal sebelum membeli, dan pastikan Anda mendapatkan batu akik yang benar-benar asli dan bernilai.
